Enam Pesan Kiai Liwa’udin dalam Muwadda’ah Santri

0
2010
Muwadda’ah santri Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Cebolek, Margoyoso, Pati

PATI, Suaranahdliyin.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Mansajul Ulum, Cebolek, Margoyoso, Pati menggelar muwadda’ah bagi para santri pada Kamis (3/5/2018) malam. Selain para santri dan wali santri, muwadda’ah juga dihadiri warga sekitar.

Muwadda’ah digelar secara sederhana, dan diikuti sekitar 200 santri putra dan santri putri. Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Quran yang dilanjutkan dengan pembacaan maulid.

Kiai Sulhan, wali santri dalam sambutannya berterima kasih kepada pengasuh pondok, yang telah mendidik para santri tanpa kenal lelah. ‘’Dengan ilmu seseorang akan bermanfaat bagi bermasyarakat. Maka santri harus menghormati guru dan keluarganya. Taat kepada guru bisa menjadi penyebab berkahnya ilmu,’’ katanya.

Maula Ulya, mengatakan, mengaku berat meninggalkan pondok pesantren yang telah  mendidiknya. ‘’Banyak ilmu yang telah kami dapat dari pondok ini. Semoga ilmu yang kami dapat bermanfaat dan menjadi pagar untuk membentengi aqidah,’’ ujarnya.

Kiai Liwa’udin Najib, pengasuh pondok, dalam tausiyahnya berpesan agar para santrinya senantiasa menjaga kejujuran dan menjaga nama baik pondok pesantren yang telah mendidikanya selama ini.

Para santri mengikuti muwadda’ah

Dia pun berpesan, agar para santri senantiasa berpegang pada enam pilar supaya menjadi santri yang mumpuni dan mendapatkan keberkahan ilmu. Yaitu agar senantiasa mengasah ilmu melalui belajar dan memiliki keinginan yang kuat.

Santri, katanya, juga harus mempunyai kesabaran yang tinggi. Sebab, itu bisa menumbuhkan keberkahan, dan khidmah kepada ulama adalah salah satu untuk menumbuhkan barokah.

‘’Selain itu, harus punya bekal untuk belajar, ikut petunjuk gurunya dan harus sabar (betah) dalam belajar,’’ ungkapnya sembari berpesan agar para santri mengamalkan ilmunya di masyarakat. (gie/ adb, ros)

Comments