Buletin Suara Nahdliyin Edisi Ke 8

0
195

Download Buletin Suara Nahdliyin Edisi Ke 8


Ada kalanya seseorang atau pun sebuah organisasi, merasa sudah melakukan yang terbaik untuk diri, organisasi maupun bagi umat (masyarakat). Namun bagi orang lain atau anggota suatu organisasi, apa yang dilakukan bisa dijadi dinilai belum maksimal.

Karena itu, ada saat-saat di mana seseorang, kita, dan juga para aktvis organisasi, melakukan muhasabah, melakukan refeksi, tentang apa saja yang sudah dilakukan. Bagi sebuah organisasi, momentum yang bisa jadi cukup tepat untuk melakukan itu, paling tdak saat peringatan Hari Lahir (Harlah).

Hal demikian, juga berlaku bagi Nahdlatul Ulama (NU) berikut Badan Otonom (Banom)-nya. Iya. Sudah banyak hal yang past sudah dilakukan NU berikut Banom-nya, tentunya, terlebih dalam menjaga Islam yang ramah, toleran, rahmatan li al-‘alamin serta komitmen kebangsaannya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun muhasabah ini menjadi pentng, bagi siapa pun, kiranya. Karena dengan muhasabah, jika ada kesalahan yang pernah dilakukan jangan sampai terulang kembali, jika banyak hal baik sudah dilakukan, supaya bisa lebih ditngkatkan.

Dan yang tak kalah pentng adalah, senantasa meminta masukan-masukan dari berbagai pihak, agar titian perjalanan dalam kehidupan sehari-hari, senantasa lebih baik, serta membawa berkah dan manfaat bagi banyak orang. Para kiai kita sering mengajarkan, bahwa orang lebih baik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Wallahu a’lam. (*)

Comments