Buletin Suara Nahdliyin Edisi Ke 11

0
230

Suara NahdliyinDownload Buletin Suara Nahdliyin Edisi Ke 11


Belum lama ini, PCNU Kabupaten Kudus dan PCNU Kabupaten Pati, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab). Di Kudus, KH. M. Ulil Albab Arwani kembali terpilih sebagai Rois Syuriyah didampingi H. Asyrofi sebagai Ketua Tanfdziyah.

Sedang untuk Kabupaten Pati, KH. Aniq Muhammadun kembali terpilih sebagai Rois Syuriyah, dan sebagai Ketua Tanfdziyah terpilih adalah kader terbaik NU Bumi Minatani, H. Yusuf Hasyim.

Di atas adalah tentang terpilihnya pemimpin dalam lingkup organisasi, dalam hal ini di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Dan secara nasional, kita –sebagai bagian dari masyarakat Indonesia- juga akan menghadapi proses pemilihan untuk memilih pemimpin negeri dan legislator (Piplres dan Pileg) pada 17 April mendatang.

Apa makna dari semua proses suksesi kepemimpinan itu? Tak lain, munculnya pemimpin – pemimpin pilihan rakyat melalui proses yang –diharapkan- berlangsung secara demokratis dan bebas dari intervensi.

Setelah proses berlangsung, dan pemimpin – pemimpin serta wakil – wakil (yang diharapkan bisa benar-benar menjadi wakil) rakyat terpilih, masing – masing tetap mengingat bahwa semuanya tidak berakhir dengan terpilihnya mereka untuk duduk sebagai pemimpin dan “wakil rakyat”.

Sebab, inti dari sebuah kepemimpinan itu adalah “khidmah”, melayani rakyat, melayani publik. Maka khidmah seorang pemimpin itu demikian berat, karena jabatan kepemimpinan adalah amanah, yang karenanya harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik – baiknya.

Semoga pemimpin – pemimpin kita senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan, untuk menjaga amanah yang diembannya sebaik – baiknya, sehingga amanah kepemimpinan itu bisa menjadi ladang amal untuk meraih surga setelah dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa. [Redaksi]

Comments