Ban Tubles

0
114
Rosidi, jurnalis Suaranahdliyin.com

Saat mengganti ban sepeda motor di salah satu bengkel di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, tak jauh dari Pasar Doro, ada obrolan menarik bersama pemilik bengkel yang sedang mengganti ban sepeda motor saya itu.

Dia, di tengah melakukan aktivitasnya, menceritakan tentang betapa hebat orang yang menemukan (baca: penemu) ban. “Kalau tidak salah, nama penemu ban adalah Dunlop,” katanya mencoba mengingat apa yang diketahuinya.

Dia melanjutkan, bahwa penemu ban tubles juga tak kalah hebat. Karena bisa menemukan ban yang bisa digunakan dalam segala keadaan, bahkan ketika ban itu terkena paku atau bocor sekalipun, masih tetap bisa jalan.

“Bayangkan kalau ada mobil ambulance memakai ban biasa, kena paku atau bocor, wah, bisa gawat (tidak tertolong, red) pasien yang berada di dalamnya. Kalau memakai ban tubles, khan, aman,” ujarnya.

Dia menyontohkan lagi. Jika ada mobil yang terkena ranjau paku yang disebar preman yang punya niat tidak baik (hendak merampok), jika bannya tidak tubles, tentu dia harus berhenti. Dan berhasillah si preman menggasak harta pemilik mobil.

“Jika ban mobilnya tubles, khan masih bisa melaju. Dia tak harus berhenti. Demikian juga mobil-mobil milik bank, kalau ban mobilnya tidak memakai tubles, maka akan sangat berbahaya jika terjadi sesuatu di tengah jalan,” terangnya.

So, saya bukan bermaksud memrosmosikan ban tubles kepada publik. Tetapi saya cukup tertarik dengan wawasan mas-mas pemilik bengkel yang sedang mengganti ban motor saya itu. Dan, bagi saya, yang disampaikannya itu sesuatu yang baru bagi saya. Itu saja. (Rosidi, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo dan pemimpin redaksi Suaranahdliyin.com)

Comments