Terbitkan Buku Ajar Berseri
RBA Rara : Matematika Mudah dengan Pembiasaan

0
223
(Dok. RBA Rara)

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Rumah Bimbel Anak (RBA) Rara ingin supaya anak-anak bisa dengan mudah memahami matematika. Selain itu, RBA Rara juga ingin supaya anak-anak tidak kesulitan belajar membaca. Dua hal itu mengemuka dalam diskusi Bedah Buku Ajar bertajuk “Baca Hitung Hal Biasa” di Ruang Diskusi Yayasan Syariful Hikam Mindahan Jepara, Sabtu (01/01/22).

Hadir sebagai pemateri dalam diskusi tersebut Founder RBA Rara Kholidia Efening Mutiara dan Ketua Yayasan Syariful Hikam Siti Maesyaroh. Diikuti oleh 30 puluhan tenaga pendidik dari kedua lembaga diskusi bedah buku tersebut berlangsung aktif.

Kedua pemateri saling melempar wacana pengarus utamaan baca, tulis dan hitung yang mudah bagi anak-anak. Keduanya juga menceritakan pengalamannya masing-masing dalam pembelajaran yang selama ini mereka lakukan berdasar pada materi umum yang ada di pasaran.

Kholidia menjelaskan, buku yang diterbitkan oleh RBA Rara tersebut merupakan hasil dari pembedahan materi pelajaran matematika tingkat dasar (SD/MI). Analisis dan evaluasi itu ia lakukan selama lima tahun dirinya berkarir sebagai guru di MIT Al-Falah dan merintis RBA Rara.

“Alhamdulillah, dari pembedahan itu saya bisa merancang buku ajar ini yang rencananya bakal terbit sebanyak 26 seri,” jelas Kholidia.

Kholidia memaparkan buku ajar yang ia tulis tersebut dirancang dengan pendekatan psikologis yang ramah anak dan mudah dipahami. Ia juga memanfaatkan media dongeng untuk mengubah stigma anak agar tidak lagi menganggap matematika atau hitungan adalah hal yang menakutkan dan sulit.

“Makanya buku ini diberi judul Biasa Menghitung, karena memang model pendekatannya adalah pembiasaan bukan pengajaran apalagi pemaksaan,” kelakar kader IPPNU Ranting Sowanlor ini.

Senada dengan Kholidia, Maesyaroh juga menyoroti banyak kasus pembelajaran matematika yang cenderung “memaksa” anak untuk mengerjakan tugas. Belum banyak guru yang memberikan materi dengan model pembiasaan. Salah satu alasannya mungkin sebab jam pelajaran yang terbatas dan kejar paket materi yang harus selesai tiap semester.

“Tentu adanya buku ajar berseri dan model belajar seperti yang ada di RBA Rara sangat membantu. Dan kalau ada kerjasama antara sekolah formal dengan sekolah seperti RBA Rara itu justru akan semakin membuat anak menjadi nyaman untuk belajar,” sebutnya.

Dimoderatori oleh Manajer RBA Rara Muhammad Jaelani diskusi tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam secara dialogis dan aktif. Pada akhir acara, semua peserta diskusi dan pemateri melakukan foto bersama. (rls/rid)

Comments