
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sebagai khadimul ummah (pelayan umat), Fatayat NU memiliki peran strategis dalam bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan dan pembinaan keluarga.
Demikian yang disampaikan Politisi NU sekaligus anggota Komisi E DPRD
Jawa Tengah, Arif Wahyudi, dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Gedung NU Dawe Kudus, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PC Fatayat NU Kudus, MWC NU Dawe, Lazisnu Dawe, Banser Dawe, PAC Fatayat NU Dawe, serta kader Fatayat NU Kecamatan Dawe.
Arif Wahyudi mengajak kader Fatayat NU untuk terus berkhidmah kepada organisasi dan masyarakat. Dikatakan, Fatayat memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ketahanan keluarga.
“Fatayat sebagai khodimul ummah memiliki peran strategis dalam bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pembinaan keluarga,”tandas Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah.
Ia menegaskan bahwa pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pemerintah berkewajiban menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan belajar yang sama.
“Saya mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.”pintanya.
Di bidang pendidikan, Arif menilai lembaga pendidikan NU memiliki potensi dan kualitas yang mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Karena itu, pesantren dan lembaga pendidikan NU perlu terus meningkatkan mutu, memperkuat sistem pendidikan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal generasi muda.
“Pendidikan yang utama dimulai dari keluarga. Orang tua tidak hanya mempertimbangkan sekolah yang dianggap favorit, tetapi juga perlu memperhatikan kurikulum, pembentukan karakter, dan pendidikan agama.”tegasnya.
“Perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anak di lingkungan keluarga sehingga peningkatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang berkualitas.”sambung Arif.
Arif juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang dihadapi remaja, seperti pergaulan bebas dan meningkatnya kasus HIV/AIDS yang memerlukan perhatian bersama. “Karenanya, Fatayat NU diharapkan dapat berperan dalam edukasi kesehatan, penguatan keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak.”imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, ia mendorong adanya kolaborasi antara Fatayat NU, pemerintah, dan berbagai pihak untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya.
“Sinergi tersebut penting untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan pendidikan yang dihadapi masyarakat saat ini, “tegas Arif yang asli Kudus. (malfa/adb)





































