KH Nur Khamim: Pelajari Bahasa Arab untuk Mempelajari Al Qur’an  

0
570
KH Nur Khamim saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan pekan bahasa, belum lama ini
 

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Bahasa merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari dan dikuasai. Belajar bahasa dapat dilakukan dimana saja, bahkan di bungkus snack pun selalu di jumpai Bahasa Inggris, di antaranya pada komposisi makanan.

Di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ 2 M), para santriyah dituntut untuk belajar dua Bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dan dalam rangka membekali kemampuan berbahasa, PTYQ 2 M pun menggelar pekan Bahasa bagi para santriyah, baru-baru ini.

Ustadz Ahmad Zainuri MPdI, kepala MTs Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria, dalam sambutannya mengutarakan, bahwa di antara yang menjadi dasar untuk mempelajari Bahasa Arab ada tiga alasan.

Pertama, karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam dilahirkan di Arab, maka bahasa yang dipakai adalah Bahasa Arab. Kedua, Karena bahasa yang digunakan al Qur’an adalah bahasa Arab. Ketiga, bahasa penduduk surae yang dipakai adalah Bahasa Arab.

“Terlebih para santriyah di pondok ini adalah penghafal al Qur’an maka harus belajar Bahasa Arab. Al Qur’an sudah ada terjemahannya, maka sesekali terjemahan itu di baca supaya mengetahui makna atau arti dari ayat- ayat al Qur’an,” tuturnya.

Dia pun berharap, pekan bahasa ini bahwa kegiatan ini tidak sekedar agenda rutinan tetapi menjadi kebiasaan para santriyah dalam berbahasa. Sebagaimana visi di PTPYQ 2 Muria yakni penguasaan al Qur’an, penguasaan akademik, dan penguasaan bahasa.

Pengasuh PTYQ 2 M, KH Nur Khamim Lc PgD MPd, menuturkan, Bahasa Arab adalah bahasa orang Islam dan bahasa para Nabi- nabi utusan Allah. “Selain sebagai bahasa Al Qur’an, Bahasa Arab adalah Bahasa yang digunakan dalam tradisi keilmuan Islam seperti Tafsir, Hadis, Ushul Fiqh, tasawuf dan lain sebagainya.

“Bahasa Arab merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembelajaran di pondok ini. Pelaksanaan pembelajaran di pondok menggunakan Bahasa Arab, sehingga Bahasa Arab akhirnya akan terbiasa digunakan dalam kehidupan keseharian,” katanya.

Para santriyah mengikuti pekan bahasa

Oleh karena itu, KH Nur Khamim mewajibkan para santriyah mempelajari Bahasa Arab untuk mempelajari al Qur’an. “Pekan bahasa ini merupakan bagian dari kegiatan utama dan rutinan di pondok, dan masuk dalam kegiatan prioritas di bawah Ketahfidhan, Kemadrasahan dan Kebahasaan,” ungkapnya. (fida/ ros, rid, adb)

Comments