
SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Menjadi pengurus Nahdlatul Ulama (NU) bukan untuk mencari kehormatan. Apalagi mencari remah kekuasaan. Karena NU didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari untuk membangun ruh perjuangan (ruhul jihad) dan jiwa pelayanan (khidmah).
Demikian pesan yang mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, di halaman kantor MWC NU Genuk, Semarang, Ahad (4/10/2026).
Ketua MWC NU kecamatan Genuk H Muhammad Supriyadi mengatakan nilai penting pengurus NU adalah seberapa besar memberi manfaat. Bukan seberapa tinggi kedudukan kepengurusannya.
“Pengurus PBNU tidak penting daripada pengurus PWNU. Pengurus PWNU tidak lebih penting daripada pengurus PCNU. pengurus PCNU tidak lebih idaripada pengurus MWC NU. Demikian seterusnya. Yang bernilai di hadapan Allah adalah seberapa manfaat dia untuk umat.”ujarnya dalam ssmbutan usai dibaiat.
H Muhammad Supriyadi menambahkan, NU adalah barisan (jam’iyyah), tidak sekedar kumpulan (jama’ah). Terlebih nama NU sendiri bermakna kebangkitan orang-orang berilmu.
“Maka, pengurus NU haruslah terus bangkit bergerak mewujudkan misi keagamaan dan misi kemanusiaan. Wujdunya menegakkan keadilan dan membela yang dilemahkan (kaum mustad’afin.” tandadnya.
“Kami pengurus MWC NU Genuk bertekad menjadi solusi problematika umat, menolong dan membantu masyarakat malui layanan NU,” tegasnya lagi.
Sementara itu Walikota Semarang dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Camat Genuk Wahyudi menyampaikan, NU adalah organisasi yang sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam hampir semua urusan rakyat, dan karena itu Pemerintah Kota Semarang berharap pengurus NU di semua tingkatan senantiasa bersinergi dan bekerjasama.
“NU tidak sekedar organisasi keagamaan. Tapi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan segala bidang. Kami berharap terus bisa bersinergi dan bekerjasama. Terlebih lagi, kantor MWC NU Genuk persis berada di depan kantor Camat Genuk,”ujarnya.
Pelantikan pengurus MWC NU Genuk tersebut juga diisi pelantikan pengurus lembaga-lembaga yang telah berhasil disusun. Yaitu Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah NU, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pengembangan Seni Budaya Muslimin, Lembaga Takmir Masjid, Lembaga Wakaf Produktif NU, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU, Lembaga Falakiyah NU, Lembaga Dakwah NU, Lembaga Bantuan Hukum NU, Lembaga Bahsul Masail NU, dan Lembaga Khususiyah NU.
Acara ditutup Mauidhoh Hasanah dan doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bugen Al Itqon Semarang KH Abdul Haris Sodaqoh
Hadir dalam acara tersebut, Wakil ketua PCNU Kota Semarang H Agus Fathudin Yusuf dan H Iman Fadilah, Sekretaris PCNU Kota Semarang H Jumarno, dan Bendahara PCNU Kota Semarang H Pargono. Juga Camat Genuk, Danramil Genuk, Kapolsek Gemuk, dan perwakilan PD Muhammadiyah Kota Semarang.
Turut hadir pula pimpinan cabang Muslimay NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar NU, Ikatan Pelajar Putri NU, Pagar Nusa, dan sejumlah pengurus MWC kecamatan se-kota Semarang.(ist/adb)































