IAIN Kudus Tegaskan sebagai Kampus Rahmatan Lil’alamin

0
250
Penyampaian paparan dalam workshop literasi

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) berdampak dalam berbagai aspek kehidupan. Dunia bagai dilipat. Benturan ideologi dan budaya tak bisa dielakkan.

Untuk menjawab berbagai tantangan inilah, UPT Perpustakaan IAIN Kudus bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah, menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Literasi Informasi di Perguruan Tinggi, dengan menghadirkan para pustakawan berprestasi dan praktisi kepustakaan.

Hadir dalam pembukaan workshop antara lain Wakil Rektor (Warek II) Dr Ahmad Supriyadi MHum mewakili Rektor IAIN Kudus dan Warek III Dr H Kisbiyanto MPd, untuk menyambut puluhan rektor dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah yang menandatangangi Konsorsium E-Journal, kolaborasi langganan e-journal untuk bisa akses bersama.

Nur Said, Kepala UPT Perpustakaan IAIN Kudus, menyampaikan, penyelenggaraan acara ini mengingatkan,  bahwa di era posmodern ini, ada cara pandang baru perlu dikedepankan, yakni mendahulukan kolaborasi di atas kompetisi, termasuk dalam gerakan literasi informasi.

“Keberhasilan Walisongo dalam menyampaikan Islam yang santun, juga tidak lepas dari semangat kolaborasi yang disebut dengan dewan wali Sembilan, yang kemudian dikenal dengan Walisongo,” katanya.

Dr Wiji Suwarno, Kepala FPPTI Jawa Tengah, mengapresiasi kerja sama yang baik dengan Perpustakaan IAIN Kudus. Dikatakannya, bahwa Workshop Kurikulum Literasi Informasi yang digabung dengan Rakerwil FPPTI Jawa Tangah ini, menjadi ajang refleksi dan menyusun strategi literasi program-program FPTTI di Jawa Tengah. “Agar saling menginspirasi dan saling memberdayakan pustakawan, supaya maju bersama,” paparnya.

Tak kurang dari 100 peserta dan puluhan rektor dari perguruan tinggi di Jawa Tengah, dalam workshop yang berlangsung pada 30-31 Agustus 2022 lalu itu.

Sebagai Keynote Speaker, Rektor IAIN Kudus yang diwakili oleh Warek II, Dr Ahmad Supriyadi MHum. Dalam paparannya, Warek II mengingatkan, bahwa melalui gerakan literasi, para cendekia dan ulama diangkat derajatnya menjadi lebih mulia.

“Maka IAIN Kudus akan selalu mendukung program-program gerakan literasi, terutama dalam meneguhkan IAIN Kudus sebagai kampus rahmatan lil’alamin, sebagai manifestasi Islam toleran Sunan Kudus,” ujarnya.

Dia pun menyambut hangat terbangunnya kolaborasi dalam konsorsium e-journal. “Di era digital, semua pihak, termasuk gerakan literasi, harus merespons dengan sigap. Wokshop ini merupakan langkah awal yang baik dalam adaptasi literasi di era yang serba internet,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan ini, hadir tiga pustakawan berprestasi dan pelaku best practices di kampusnya masing masing sebagai narasumber. Mereka adalah Suwondo (Universitas Diponegoro Semarang), Arda Putri Winata (pustakawan berprestasi nasional/ Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dan Ari Zuntriana (pustakawan UIN Maliki Malang). (rls/ ros, adb, rid)

 

Comments