Habib Umar Ingatkan “Orang Modern” Tentang Kuasa Allah

0
1219
Habib Umar bin Hafidh di Semarang.

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Orang-orang modern tak selayaknya melupakan Allah begitu saja. Jangan sampai tertipu dengan kenikmatan semua di dunia hingga lupa akhirat. Ingatlah kepada aturan-Nya melebihi apapun.

Hal itu mengemuka dalam tausyiah yang disampaikan oleh guru mulia dan pengasuh pondok pesantren Daar Al-Musthafa Tarim Yaman, Al-Musnid Al-Imam Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/09/19).

Terlebih dahulu Habib Umar bin Hafidz mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur dan mengingat kuasa Allah dalam segala hal. Ia juga mengingatkan bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah. Semua mekanisme yang ada di dunia patuh dan tunduk pada kehendak Allah yang Maha Mengatur.

“Kalau Allah menghendaki berguncang bumi ini disuatu tempat, siapa yang bisa menghentikannya? Apakah ada teknologi buatan manusia yang bisa menghentikan datangnya gempa?” kata Habib Umar sebagaimana diterjemahkan oleh Habib Sholeh Al-Jufri dan Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan.

Habib Umar juga menyindir kepada orang-orang modern yang selalu membanggakan dirinya dan hal-hal baru yang mampu diciptakannya. Padahal semua itu juga berasal dari kekuasaan Allah yang diberikan kepadanya berupa akal. Disampaikannya pula pertanyaan menohok perihal oxygen yang dihirup oleh manusia setiap harinya.

“Sesungguhnya manusia itu tidak punya kekayaan apa-apa karena sesungguhnya mereka tidak bisa apa-apa. Mungkinkah seorang ilmuwan menemukan hal baru selain oxygen untuk bernafas? Kalau kalian tadi mengatakan bahwa orang modern ingin hal-hal baru. Coba gantikan oxygen yang merupakan produk kuno dengan yang temuan baru untuk bernafas,” jelas Habib Umar.

Pada kesempatan ini Habib Umar terus mencecar pertanyaan yang tidak mungkin bisa dibantah oleh “orang modern”. Yakni perihal siapa yang menciptakan bentuk oxygen, siapa juga yang memerintahkan manusia menghirup oxygen dan mengatur mekanismenya dalam tubuh.

“Apakah pemerintahmu yang memintamu bernafas dengan oxygen? Ataukah organisasimu? Apakah partaimu yang kamu agungkan? Tiada satupun dari mereka yang mengatur manusia untuk bernafas dengan oxygen. Betapa bodohnya engkau bila lebih memilih untuk mengagungkan itu semua namun lalai dengan Allah yang mengatur semua kebutuhanmu,” papar ulama kelahiran 27 Mei 1963 ini.

Menurut Habib Umar setiap jenis makhluk, manusia, jin, hewan memiliki nutrisi masing-masing yang tidak bisa diubah oleh yang lain selain Allah. Untuk itu, Habib Umar mengingatkan lagi agar jamaah tidak lalai dengan kekuasaan Allah dan mentaati aturan-aturan Allah. “Jangan tertipu dengan perkara dunia yang tidak ada apa-apanya dibandingkan akhirat,” pesannya.

Supaya bisa begitu, lanjut Habib Umar, sudah selayaknya bagi kita untuk memperbanyak salawat atas Nabi Muhammad. Menurutnya, tanda bagi seseorang yang salawatnya diterima adalah menularnya akhlak Rasulullah kepada dia yang membaca salawat.

“Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam Turmudzi dan perawi lainnya, bahwa kedekatanku (Rasulullah) dengan seorang hamba ditentukan dari seberapa banyak ia membaca salawat kepadaku (Rasulullah),” sebut Habib Umar.

Wakil Gubernur Jateng, KH. Taj Yasin MZ. menyampaikan kata sambutan.

Kemudian pada akhir tausyiahnya, Habib Umar juga mendoakan negeri ini supaya dibebaskan dari belenggu fitnah yang menumbuhkan kebencian di hati sesama warga. Selain itu, Habib Umar juga berdoa agar kota Semarang, Jawa Tengah dan kota-kota lainnya di Indonesia bisa lebih baik lagi.

“Semoga diberikan keberkahan dan kebaikan kepada unsur pemerintahnya, TNI-Polri dan sipilnya untuk kita semua di Indonesia,” doanya.

Hadir pula dalam acara ini ratusan habaib, kiai, pejabat sipil pemerintahan, TNI dan Polri. Di antaranya Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Habib Ahmad Al-Habsy, wakil Gubernur Jawa Tengah KH. Taj Yasin Maimoen Zubair, walikota Semarang Hendrar Prihadi dan tokoh lainnya. Habib Umar juga memberikan cideramata sebagai tanda ucapan terima kasih kepada wagub jateng dan walikota Semarang. (rid/ adb)

Comments