Gandeng Fatayat, LP Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif di Kebumen

0
614
LP Ma’arif NU Jateng gandeng Fatayat NU Kebumen Sosialisasi Pendidikan inklusif

KEBUMEN, Suaranahdliyin.com – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah melaksanakan sosialisasi pendidikan inklusif bekerjasama dengan pengurus Fatayat PCNU Kebumen di Aula Tulus Kabupaten Kebumen, Ahad (25/08/19).Kegiatan ini merupakan sosialisasi yang kedua setelah 20 Juli 2019 lalu dilaksanakan hal serupa di IAINU Kebumen.

Ketua Fatayat NU Kebumen, Siti Mardiyah mengatakan melalui sosialisasi pendidikan inklusif ini kader Fatayat NU Kebumen diharapkan memiliki pemahaman pendidikan inklusif dan bisa menjadi motor penggerak pendidikan inklusif. “Para kader Fatayat bisa jadi penggerak di lembaga pendidikan tempat mereka mengabdi maupun di tengah masyarakat umum,” katanya.

Sosialisasi pendidikan inklusif ini meghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen yang diwakili oleh H. Agus Sunaryo, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar. Agus Sunaryo menjelaskan Dinas Pendidikan Kebumen sejak bulan April 2019 telah menunjuk 20 sekolah dan madrasah untuk menjadi sekolah dan madrasah inklusif.

“Dinas Pendidikan Kebumen telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sekolah Inklusi selama 3 hari pada 20 sekolah dan madrasah tersebut di bulan April,” jelas Agus.

20 sekolah dan madrasah tersebut diantaranya SD N 1 Suroturunan Alian, MI Maarif Sidomulyo Ambal, SD Kaligubug Padureso, SDN II Logandu Karanggayam, SDN Pecarikan Prembun, SD Muhamadiyah Kebumen, SD N Podourip Petanahan, SD N Tunjungseto Kutowinangun, SD N 1 Bumirejo Kebumen, SD N 2 Pejagoan Pejagoan, SD N 3 Bumiagung Rowokele, SD N 1 Semondo Gombong, SMPN Poncowarno, SMPN 1 Kutowinangun, SMP N 2 Prembun, SMP N 4 Kebumen, SMP IT Logaritma Karanganyar, SMP N 3 Gombong, SMP N 1 Pejagoan, dan MTS 6 Puring.

Seorang narasumber menyampaikan materi pendidikan inklusif

Narasumber yang lain adalah Sahidin, yang merupakan koordinator implementasi Program Pendidikan Inklusif LP Ma’arif Jawa Tengah. Menurut Sahidin, dengan struktur kepengurusan dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, Fatayat memiliki peran yang penting dalam mensukseskan dan mensosialisasikan pendidikan inklusif.

“Banyaknya anggota fatayat yang menjadi guru mulai tingkat PAUD, TK, sekolah dan madrasah akan lebih cepat dan mudah menginformasikan keberadaan anak berkebutuhan khusus di sekitarnya kepada Dinas Pendidikan agar mendapatkan perhatian yang semestinya,” tegasnya.

Pengurus LP Ma’arif Bidang Kerjasama antar Lembaga, Miftahul Huda, mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan tersebut. LP Ma’arif mulai melakukan pendampingan bersama Unicef baru di MI Sidomulyo Ambal Kebumen pada tahun 2017. “Tahun ini pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pendidikan menunjuk 20 lembaga pendidikan untuk menjadi pendidikan inklusif,” tuturnya.

Miftahul Huda, yang juga sebagai program officer pada Program Pendidikan Inklusif LP Ma’arif Jawa Tengah, menjelaskan LP Ma’arif menyambut baik respon pemerintah Kebumen terhadap program pendidikan inklusif ini dengan memberikan SK kepada 20 sekolah dan madrasah untuk menjadi lembaga pendidikan inklusif, terdiri 11 SD, 1 MI, 7 SMP dan 1 MTs di tahun 2019.

“Kami berharap madrasah yang menjadi sasaran program pendidikan inklusif LP Ma’arif Jawa Tengah – Unicef dilibatkan dalam pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. Kami juga siap jika diminta membantu peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah dan madrasah terkait pelaksanaan pendidikan inklusif ini,” imbuhnya.

Ratusan kader Fatayat NU Kebumen antusias mengikuti sosialisasi pendidikan inklusif

Kampanye pendidikan inklusif ini dihadiri sekitar 350 orang yang terdiri dari Pengurus PC Fatayat NU Kebumen, Pengurus PAC Fatayat NU se-Kebumen, Pengurus Ranting dan Anak Ranting Fatayat NU se-Kebumen, Pengurus PCNU, Badan Otonom NU, dan Lembaga NU Kebumen. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah dan Unicef.(HI/rid)

Comments