Amanat HSN Serukan Kerja Sama Ulama dan Umara

0
958
  • Ganjar, Habib Bidin dan Gus Baha di Panggung HSN 
H. Ganjar Pranowo, KH. Taj Yasin MZ, Habib Bidin dan Gus Baha hadir dalam peringatan HSN tingkat Jawa Tengah yang digelar di Kabupaten Rembang.

REMBANG, Suaranahdliyin.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Jawa Tengah tahun, ini cukup menarik. Pasalnya kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo dan wakilnya KH. Taj Yasin Maimoen di Alun-alun Rembang, Senin (21/10/19).

Hadir pula pendiri Majelis Az-Zahir Pekalongan, Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf (Habib Bidin) dan kiai muda kharismatik asal Kragan, Rembang, KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha).

Kebersamaan H. Ganjar Pranowo, KH. Taj Yasin Maimoen, Habib Bidin dan Gus Baha yang duduk berdampingan, oleh banyak kalangan dinilai sebagai cermin indah yang menunjukkan persatuan ulama, habaib dan umara.

Gus Baha mengutarakan, tidak selayaknya umara dihadapkan dengan ulama. Sebab, masing-masing memiliki tupoksi dan peran yang berbeda. Baik dari kalangan ulama, habib maupun umara juga memiliki pendukung, yang bila dihadap-hadapkan tentu akan menjadi keos. “Jangan ada tradisi ulama berhadap-hadapan (bermusuhan-red) sama umara,” tegasnya.

Gus Baha mengaku pada saat awal-awal pembentukan Santri Gayeng, slogan kerja sama antara ulama dan umara adalah usulannya. Gus Baha sendiri menghormati seorang umara dalam kapasitasnya sebagai pemimpin rakyat.

“Makanya saya mohon Indonesia itu damai, yang senang. Karena dikatakan ma’ruf itu maknanya kebaikan bersama, dari masdar ‘urfan yaitu sesuatu yang mudah diterima akal. Tentu rukun itu baik, saling menolong itu baik,” terang ulama asal Kragan, Sarang ini.

Gus Baha menambahkan, bahwa agama ini sudah datang dengan segala kebenaran. Ulama mengharamkan khamr, Negara juga memburu pada bandar narkoba. Ulama mengharamkan maling, Negara punya sarana penangkap maling, yaitu Polisi.

“Jadi susahnya apa sih ulama dan kerja sama. Dan susahnya apa sih supaya tidak berhadap-hadapan,” kata Rais Syuriyah PBNU.

Sementara itu, Habib Bidin mendoakan semoga jamaah yang hadir menjadi santri yang unggul, santri yang sukses, membanggakan kedua orang tuanya dan membanggakan Nabinya, Rasul Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Ia juga menyetujui apa yang disampaikan Gus Baha tentang kerja sama antara ulama dan umara.

“Seperti kata Gus Baha tadi, ulama dan umara harus kerja sama menjaga moral bangsa dan bersatu mewujudkan cita-cita para pendahulu, serta melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa,” tutur pendiri Majelis Azzahir ini. (rid/ adb, ros)

Comments