Tekad Usman Bumikan Islam Ramah di Kampungnya

0
358
Usman Ahmad, mahasiswa STAINU Temanggung

TEMANGGUNG, Suaranahdliyin.com – Prinsip belajar, tidak mengenal ruang, waktu dan juga usia. Di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Demikian pula yang menjadi prinsip Usman Ahmad, pemuda asal Desa Hoelea, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia kini duduk di semester V Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) STAINU Temanggung. “Intinya mencari ilmu di mana pun tempatnya. Alhamdulillah, saya tersesat di jalan yang benar, di STAINU Temanggung,” katanya, baru-baru ini.

Usman mengemukakan, kehidupan di Hoelea sangat berbeda dengan di Temanggung atau umumnya daerah di Jawa Tengah. Hoelea adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hoelea merupakan satu dari 19 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Omesuri. Di desa tersebut, jumlah penduduknya sebagian besar bersuku Flores yang sebagian besar penduduknya adalah petani.

Dia pun bertekad mencari ilmu demi kemajuan desanya. Meski desanya bisa dikatakan sudah maju, namun masih butuh akselerasi dalam bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM). “Kalau masalah SDM, ya di tempat saya alhamdulillah, banyak anak-anak yang sekolah dan kuliah di luar,” terangnya.

Aktivitas sehari-hari, Usman pun tidak sekadar aktif di perkuliahan. Ia juga mengaku aktif di organisasi Pergerakan Mahasiawa Islam Indonesia (PMII), Teater Petromas 11 pm dan UKM Olahraga STAINU Temanggung untuk pengembangan intelektualnya. “Di STAINU Temanggung yang dari luar Jawa ada dua orang. Moh Ardin Suwandi, kawan satu kampung, dan Saya,’’ katanya.

Ia mengaku, banyak hal yang didapat dari STAINU Temanggung. Selain kemampuan nalar berpikir, di kampus termpatnya belajar dinilai sangat menghormati praktik beragama secara ramah. “Keberagamaan harus selalu dijaga, juga menjunjung tinggi Pancasila dan merawat NKRI,” ujarnya.

Maka usai lulus kuliah, di kampungnya dia bertekad membumikan ajaran Islam yang ramah, tidak mudah menyalahkan dan mengafirkan satu sama lainnya. “Alhamdulillah, sampai saat ini tempat saya tidak terpengaruh oleh paham-paham radikal,” ungkapnya. (ibda/ ros)

Comments