Pendidik dan Tenaga Kependidikan PTPYQ2M Jalani Rapid Test

0
533
Pelaksanaan rapid test di PTPYQ2M, hari ini

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dijadwalkan selama dua hari, Jam’at – Sabtu (19-20/6/2020), pendidik dan tenaga kependidikan pada Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ2M), menjalani rapid text.

Menurut dokter Luthfi Yakim dari Puskesmas Rejosari, peralatan yang digunakan untuk rapid test kali ini  lebih komplet. “Alat yang kita pakai sudah menggunakan tiga item, yakni control, IgG, dan IgM,” terangnya.

Dia menjelaskan, jika saat menjalani rapid test strip berada pada control, maka pasien dinyatakan non reaktif. Namun jika strip pada IgG, artinya pasien pernah terpapar virus. Sedang jika strip pada IgM, menunjukkan pasien pernah terkena virus corona, akan tetapi di dalam tubuhnya sudah mengeluarkan antibodi,” jelasnya.

Ditambahkannya, jika pasien setelah di tes rapid dan hasilnya terdapat strip pada IgG atau IgM, maka pasien disarankan melakukan isolasi mandiri selama 11 hari. Langkah selanjutnya adalah dengan Swab. Sembari menunggu hasil Swab, pasien dapat melakukan isolasi mandiri.

“Isolasi mandiri dapat dilakukan di rumah, tetapi tidak kontak langsung dengan orang rumah. Caranya pasien bisa mengisolasi diri di kamar. Semisal hendak makan maka bisa diambilkan orang yang ada di rumah dan diletakkan di depan kamarnya, lalu pasien tersebut mengambilnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kebersihan kamar pasien harus diperhatikan. “Saat membersihkan kamar, gunakan sarung tangan dan masker,” pesan dokter Luthfi Yakim.

Pengasuh PTPYQ2M, KH Nur Khamim Lc Pg.D, mengutarakan, jika dalam test rapid hasilnya ada yang reaktif, maka akan mengikuti anjuran dokter.

“Harapannya semua non reaktif. Tetapi kalau ada yang reaktif, sebaiknya mengikuti saran secara medis, yakni dengan melakukan isolasi secara mandiri,” katanya. (fid, mail, gie, luh/ adb, ros, rid)

Comments