Pahlawan Bisnis itu Bernama Kurir

0
293
Winda Nawangsari, owner Ammara Indonesia

“Bagi saya kurir juga pahlawan tanpa tanda jasa,” kata Winda Nawangsari, owner Ammara Indonesia, pada Jumat (05/10/18).

Winda merupakan salah satu pebisnis lokal yang merasa sangat terbantu oleh adanya jasa pengiriman logistik. Bahkan ia juga mengaku bila keberhasilannya merintis bisnis busana muslimah sekarang adalah berkat ketepatan dan kecepatan jasa logistik dalam mengirimkan produknya kepada pelanggan.

Saat ini Ammara Indonesia telah memiliki ratusan pelanggan yang tersebar di daerah-daerah yang ada di Indonesia. Setiap bulannya bisa mengirimkan lebih dari 300 paket kepada para pelanggannya yang sebagian besar berada di luar kota. Biasanya, Winda mengirimkan produknya itu tiga kali dalam sebulan dengan rata-rata 80-100 paket ke alamat yang tentunya berbeda-beda.

“Iya, pelanggan saya hampir 95% justru dari luar kota. Makanya saya nggak bisa bayangin kalau sampai tidak ada jasa kurir,” jelasnya kepada Suaranahdliyin.com.

Produk jadi dan siap dikirimkan kepada pelanggan

Kendati seperti itu, tidak ada bisnis sukses yang tidak dibangun dari kondisi prihatin. Selama kurang lebih dua tahun, alumni SMK NU Miftahul Falah Kudus ini rela pontang-panting dan terus mencari desain kreatifnya sendiri untuk diproduksi. Berbagai pasar dan calon konsumen, mulai dari kenalan, teman sekampus dan tetangga ia jajaki meski akhirnya hanya direspon sebatas basa-basi.

Pengalaman seperti itu kemudian mendorong Winda untuk mulai belajar pemasaran secara online. Ternyata lebih ada respon walaupun belum banyak. Namun hal itu telah mengembalikan kembali semangatnya untuk tetap teguh pada jalan wirausaha. Dari situ pula ia mulai kenal dengan berbagai perusahaan penyedia layanan pengiriman logistik.

“Sudah satu tahun ini berarti ya, saya memakai jasa kurir. Yang membuat saya lebih bersyukur saat itu mereka tetap mau mengambil paketan ke rumah saya meski jumlahnya tak seberapa. Setidaknya itu bisa mengurangi lelah saya dalam usaha,” kenang Winda pada awal perintisan bisnisnya.

Dalam suasana yang dipenuhi desir suara mesin jahit di rumahnya itu, Winda juga menceritakan kenangan lain tentang pengalamannya berhubungan dengan perusahaan penyedia layanan pengiriman logistik. Ia bahkan mengaku terharu atas sikap dan tanggung jawab seorang kurir di salah satu perusahaan jasa pengiriman yang ada di Indonesia.

“Dulu juga pernah saat awal-awal Ammara itu cuma ngirim satu paket saja, tapi ternyata malah hilang dijalan saat proses pengiriman, mungkin karena paketnya yang terlalu kecil juga sih. Tapi mas kurirnya itu mau tanggung jawab ganti. Padahal kan kasihan juga ya,” tambah Winda bercerita.

“Tapi memang benar sih, bahwa tanggung jawab itu penting. Apalagi dalam dunia usaha yang sangat mengutamakan trust (kepercayaan-red),” lanjutnya.

Ada perasaan bangga sekaligus haru setiap melihat orang yang bertanggung jawab atas risiko sekecil apapun. Pasca kejadian itu Winda merasa bahwa dirinya juga harus melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu, Winda selalu mengutamakan kenyamanan pelanggannya. Termasuk dalam merespon chat atau direct message yang ia terima di akun media sosialnya. Telaten dan tidak mengecewakan pelanggan menjadi komitmen yang selalu ia pegang.

“Meski tidak jarang permintaannya itu ada yang aneh, ya tetap harus dilayani. Mereka juga memilih sendiri jasa pengiriman yang biasa mereka gunakan, yang paling sering itu pada milih JNE,” papar Winda.

Tampak sepele memang, tetapi begitulah model bisnis kontemporer berlaku. Hubungan dengan pelanggan harus dijalin seerat mungkin agar kesan yang mereka berikan sebagai feedback juga baik. “Itu membuat konsumen kita loyal. Malah sampai ada yang tanya, kapan ada PO (pre order –red) lagi kak? produknya bagus, nyaman. Ketika begitu, ya Alhamdulillah,” ungkapnya diikuti senyum bahagia.

Sebagai anak dari keluarga yang biasa saja Winda adalah tipikal wanita yang rajin, pantang menyerah serta kreatif. Hal itu tampak pada beberapa capaian dan penghargaan yang pernah ia raih selama ini. Sebuah medali perunggu yang terpampang pada salah satu sisi dinding di rumahnya adalah bukti bahwa target dan impian itu bisa diraihnya. Kata Winda medali itu ia raih saat mewakili kampusnya, IAIN Kudus, dalam lomba desain busana muslimah di Aceh tahun 2017 kemarin. Selain itu, sekarang akun instagram toko online miliknya, yaitu @ammaraindonesia juga sudah diikuti lebih dari 11.200 pengikut.

“Alhamdulillah, ini semua anugrah Yang Maha Kuasa,” pujinya seraya bersyukur kepada Allah SWT. (Farid/ros)

Comments