Menag Tandatangani Prasasti Gedung Gusjigang

0
1632
  • Sebut Gusjigang sebagai Akronim Luar Biasa
Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan sambutan sebelum menandatangani prasasti Gedung Gusjigang.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Menteri Agama (Menag), H. Lukman Hakim Saifuddin M.Si menandatangani prasasti pembangunan Gedung Gusjigang yang dibangun oleh PT. Mubarokfood Cipta Delicia, Sabtu (5/5/2018).

Penandatanganan dilakukan di ruang pertemuan Mubarokfood disaksikan oleh Direktur Utama perusahaan jenang kenamaan di tanah air, H. M. Hilmy SE. dan jajaran direksi Mubarokfood.

Penandatanganan prasasti Gedung Gusjigang itu dihadiri para pejabat publik, tokoh agama dan undangan lainnya. Antara lain Kepala Kemenag Kudus H. Noor Badi, ketua MUI Kabupaten Kudus KH. Hamdani LC, Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Dr. Suparnyo SH. MS., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMK Dr. Moh. Edris MM., dan ketua LAZISNU Kudus, Kiai Sya’roni.

Menag dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Kudus telah memiliki nama besar yang sudah dikenal publik, dengan keberadaan dua anggota Walisongo, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria.

”Di Kudus, kalau kita bicara tentang makanan khas, maka yang akan terbayang adalah jenang. Dan jika bicara jenang, maka yang terbayang adalah Mubarok,” katanya di depan para undangan yang hadir.

Dengan demikian, menurut Menag yang merupakan teman satu kamar dan satu kelas H. M. Hilmy semasa belajar di Pondok Gontor, Mubarok telah berada dalam ingatan tertinggi masyarakat Kudus.

”Tantangan ke depan, adalah bagaimana jenang Kudus ini tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Dan untuk ini, hanya persoalan waktu, apalagi dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan para pihak lain terhadap keberadaan Mubarok,” paparnya.

Sedang terkait Gusjigang, Menag Lukman Hakim Saifuddin menyebutnya sebagai akronim yang sangat luar biasa. ”Gusjigang ini akronim yang luar biasa, yang berdimensi dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, esensi Islam antara lain adalah bagus akhlaknya, rajin mengaji dan juga berdagang. Mengaji ini perspektifnya agama dan berdagang adalah lahiriah,” tuturnya. (ros/ adb)

Comments