Mahasiswa Unwahas Mesti Menjaga dan Melestarikan Nilai-nilai Aswaja

0
1034
Sebagian kader Aswaja Muda Unwahas foto bersama dengan narasumber

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Aswaja Muda Unwahas menyelenggarakan literasi Aswaja bertajuk “Reinforcing Social Identity“. Acara dilangsungkan di Laboratorium Aswaja Muda di Gedung E3.03 Unwahas, Jumat (26/5/2023) kemarin dengan menghadirkan Afthonul Afif S Psi MA (anggota kehormatan AKPI) sebagai narasumber.

Acara dibuka Niza Salsabila, dilanjutkan pembacaan tahlil oleh Ahsan Muharram dan doa dipimpin Imam Khoirul Ulumuddin MPd. Berikutnya, menyayikan lagu Indonesia Raya dipandu Amanda, serta sambutan oleh koordinator Aswaja Muda Unwahas, Areif Prasetyo.

Ketua Pusat Kajian Aswaja Unwahas, Ma’as Shobirin MPd, berharap para kader Aswaja Muda Unwahas dapat membuka cakrawala melalui diskusi-diskusi yang telah digelar dan terkoneksi dengan banyak hal. “Kita lahir untuk suatu hal yang perlu adanya kebesaran usaha dan jiwa. Apabila telah berusaha, insyaallah apapun akan tercapai dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Afthonul Afif, pada kesempatan itu memaparkan, bahwa para mahasiswa Unwahas, yang notabene merupakan universitas Islam berhaluan Ahlussunnah wal jamaah, sehingga mesti melestarikan dan menjaga nilai Aswaja itu sendiri.

“Bagaimanakah konsep Aswaja yang mesti dipahami? Pertama, tawasuth (titik tengah). Relevansi dalam kehidupan sehari-hari bisa dilakukan dengan mengedepankan sikap toleran, yaitu saling menghargai atas segala perbedaan. Sikap toleran telah diwariskan nenek moyang terdahulu, dan menjadi antibodi dalam menghadapi kenyataan bahwa kehidupan sangat kompleks,” terangnya.

Kedua, tawazun (seimbang). Relevansinya dalam kehidupan yang beragam, misalnya seimbang dalam memilih. Maksudnya adalah memilih secara matang dan tidak mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. “Ketiga, tasamuh (toleransi),” jelasnya.

Menurut Ahsan Muharram, pada dasarnya toleransi tidak hanya ditujukan untuk kelompok lain, tetapi sesama kelompok juga. “Toleransi yaitu sikap hidup yang berani keluar dari diri sendiri, dan di saat bersamaan teguh dalam kebenaran,” tegasnya. (minajah eka fatriyah/ ulum, ros, adb, rid)

Comments