Keliling Posko, Lesbumi NU Kudus Hibur Pengungsi Korban Banjir

0
467
Pegiat Lesbumi Kudus sedang menghibur di hadapan para pengungsi

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Selama tiga  hari (22-24/3/2024), pegiat Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Kudus berkeliling mengunjungi 8 posko pengungsian di Kota, Jati dan Mejobo Kudus. Mereka mengadakan kontemplasi trauma healing dengan memberikan hiburan para pengungsi.

Di setiap posko, para pegiat menampilkan pertunjukan seni seperti salawat, musik, puisi, hingga komedi yang dibawakan dengan riang gembira. Para pengungsi terlihat mersoon dengan raut muka suka cita.

“Lesbumi juga mengajak para pengungsi bermain bersama serta memberikan beberapa doorprice menarik. Semua ini bertujuan menghilangkan kesedihan, dan kejenuhan para pengungsi selama berada di posko,”ujar ketua Lesbumi Kudus Abud SB Runcing.

Abud mengaku senang karena Lesbumi dapat menghibur para pengungsi. Menurutnya salah satu fungsi dari kesenian adalah memberikan hiburan, terutama kepada masyarakat yang baru saja tertimpa musibah.

“Kami bersyukur cuaca sekarang sudah mulai membaik. Banjir di beberapa wilayah juga sudah mulai surut. Semoga para pengungsi dapat segera pulang ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya,” kata Abud.

Ia menambahkan bahwa selain bantuan logistik, para korban bencana juga membutuhkan terapi trauma healing. Agar mereka tetap semangat saat memulai kembali aktivitas pasca terjadinya bencana.

“Maka dari itu lewat kesenian, kami berharap Lesbumi dapat terus berperan untuk men-charge ulang semangat mereka,” imbuh Abud.

Pegiat tampil untuk menghilangkan kesedihan pengungsi

Lutfil Hakim salah satu pengungsi asal Karanganyar Demak, menyampaikan bahwa kegiatan hiburan yang dilaksanakan oleh lesbumi diposko pasar saerah sangat bermanfaat sekali, menghibur anak anak dan juga dewasa.

Bencana banjir yang telah menggenang Kabupaten Kudus dan sekitarnya dalam satu pekan terakhir ini, menyebabkan banyak kegiatan tak berjalan dengan normal. Mulai dari aktifitas ekonomi, transportasi jalan pantura, hingga kegiatan pendidikan anak diliburkan karena sekolahan tergenang.(saref/adb)

Comments