Gus Mus Bacakan Puisi “Mulut” di Menara Kudus

0
143
KH. A. Musthofa Bisri bacakan puisi berjudul Mulut di Menara Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sebagai seorang ulama, KH. A. Musthofa Bisri juga dikenal sebagai seorang penyair. Puisi-puisinya dinilai menawan mampu membius siapapun orang yang mendengar atau membacanya. Salah satunya yakni berjudul Mulut, puisi ini menjadi persembahan keduanya saat hadir dalam acara Panggung Penyair Asia Tenggara di Menara Kudus, Sabtu (29/06/19) malam.

Sebelum membacakan puisinya ini Gus Mus juga sempat berkelakar mengenai pribadinya. Pengasuh Ponpes Raudlatuth Thalibien Rembang ini juga membacakan puisi berjudul Hanien yang ia sebut untuk anak-anak muda.

Mulut sendiri ia sebut sebagai puisi untuk orang-orang tua (dewasa). Isinya merupakan nasihat dan peringatan agar berhati-hati sebab setiap manusia memiliki anggota tubuh berongga yang biasa disebut mulut.

“Kali ini puisi untuk orang-orang tua, judulnya mulut. Sekarang berubah menjadi jempol,” kelakarnya disambut tawa penonton yang memadati pertigaan jalan depan Menara Kudus itu.

Baca Juga : Tadarus Jadi Puisi Penghormatan Gus Mus untuk Sunan Kudus

Berikut puisi karya KH. A. Musthofa Bisri tersebut,

Mulut
 

Di mukamu ada sebuah rongga ada giginya ada lidahnya
Lewat rongga itu semua bisa kau masukkan ke dalam perutmu
Lewat rongga itu semua bisa kau tumpahkan
Lewat rogga itu air liurmu bisa meluncur sendiri 

Dari rongga itu orang bisa mencium bau apa saja
Dari wangi anggur hingga tai kuda
Dari rongga itu mutiara atau sampah bisa masuk atau keluar
Membuat langit cerah atau terbakar 

Dari rongga itu mata air jernih bisa kau alirkan
Membawa kesejukan ke mana-mana
Dari rongga itu kau bisa menjulurkan lidah api
Membakar apa saja 

Dari rongga itubisa kau perdengarkan merdu burung berkicau
Bisa kau perdengarkan suara bebek maracau
Dari rongga itu madu lebah bisa mengucur
Bisa ular bisa menyembur 

Dari rongga itu laknat bisa kau tembakkan
Pujian bisa kau hamburkan
Dari rongga itu perang bisa kau canangkan
Perdamaian bisa kau ciptakan
Dari rongga itu orang bisa sangat jelas melihatmu

Rongga itu milikmu
Terserah kau..

Baca Juga : Puisi-puisi Gus Mus untuk PPN Asia Tenggara di Kudus

(rid/adb)

Comments