Doa Bersama 7 Hari Wafatnya Mbah Moen dan 2 Tahun Suara Nahdliyin

0
308
Santap Bersama usai doa Harlah ke-2 Suara Nahdliyin dan 7 hari wafatnya Mbah Maimoen

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Momentum ulang tahun ke-2 Suara Nahdliyin digelar doa bersama, berbarengan dengan memeringati 7 hari wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, KH. Maimoen Zubair.

Doa bersama dilangsungkan di kediaman Sugiono, staf redaksi Suara Nahdliyin di RT. 2 RW. IX Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus pada Senin (12/8/2019) malam ini.

Hadir pada kesempatan itu antara lain para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh desa Jepang seperti Kiai Sulhan, Kiai Ridlwan, Kiai Mukhtar dan juga beberapa pengurus Yayasan Al-Kamal Desa Jepang. Sedang dari Suara Nahdliyin, hadir Kiai Qomarul Adib (Pemimpin Umum) beserta jajaran redaksi.

Tahlil dalam kesempatan itu dipimpin oleh Kiai Ridlwan, dan doa dipimpin Kiai Sulhan. Sementara jalannya acara dipandu oleh Kiai Mukhtar, tokoh pemuda yang juga kepala MI. Matholi’ul Falah di desa setempat.

Kiai Qomarul Adib dalam sambutannya, mengutarakan, momentum mala mini adalah untuk berkirim doa memeringati 7 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang wafat saat menunaikan haji di Mekah.

‘’Selain itu, juga sebagai bentuk rasa syukur, karena sudah dua tahun ini Suara Nahdliyin hadir di tengah pembaca, untuk mendukung arus informasi Nahdliyin. Juga untuk mendoakan keluarga kita dan juga para sesepuh desa dan pengurus NU di Desa Jepang agar diberi kesehatan,’’ ujarnya.

Selain itu, Kiai Qomarul Adib juga berharap selalu doa dan dukungan berbagai pihak, agar Suara Nahdliyin bisa istiqamah. ‘’Mohon doa dan dukungannya, semoga Suara Nahdliyin bisa istiqamah, bisa eksis dan senantiasa bisa khidmah kepada kiai dan NU melalui media yang dikembangkan,’’ paparnya.  (ros, rid, gie, mail/ luh, adb)

Comments