Rais MWCNU Dukuhseti Kiai Muslim usai mengikuti kirab HSN

PATI, Suaranahdliyin.com – Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dukuhseti Pati, Kiai Muhammad Muslim Assalamy menyampaikan pandangannya mengenai sosok santri ideal masa kini. Menurutnya, santri zaman now harus memiliki kualitas “dobel” atau ganda dalam menghadapi tantangan zaman

“Santri itu dobel menurut versi saya. Karena kita berpakaian itu kan pasti rangkap (‘Alaika bi syi’ar wa dhi’ar)—hendaknya kau memakai syi’ar (pakaian luar) dan dhi’ar (pakaian dalam),”ujarnya usai mengikuti rangkaian kegiatan Kirab Hari Santri zmEC NU Dukuhseti Kamis sore (22/10/2026),

Kiai Muslim menjelaskan bahwa filosofi tersebut bermakna dimensi internal (batiniah dan keimanan) harus dibangun dengan baik, begitu pula dengan dimensi eksternal. Di satu sisi, santri merupakan abna’uz zaman (anak zaman) sekaligus abna’ul adyan (anak agama).

“Artinya, secara natural mereka harus memegang teguh ajaran Islam yang sempurna sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.”tandasnya

​Namun di sisi lain, kata dia, perkembangan zaman dan teknologi tidak boleh diabaikan. Kiai Muslim menekankan agar santri mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara maksimal untuk kebaikan dan kemaslahatan.

​”Semua perkembangan teknologi apa pun sebetulnya konsepnya adalah bilamana kita bisa manfaatkan dengan maksimal, justru kita lebih baik untuk berbuat kebaikan,” terangnya.

​Bahkan, ia menganalogikan teknologi saat ini layaknya pancaindra manusia—seperti mata, tangan, dan telinga—yang keberermanfaatannya sangat bergantung pada cara menggunakannya.

“Kendati demikian, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan umum, sains, kedokteran, dan teknologi di lingkungan pesantren masih perlu terus ditingkatkan dan didorong lebih dalam.” imbuh Kiai Muslim.

​Terkait pelaksanaan Hari Santri tahun ini, Kiai Muslim mengharapkan kegiatan tersebut mampu mendongkrak semangat dan animo kaum santri untuk terus belajar secara lebih intensif. ​Ke depan, pihaknya berencana memberikan ruang apresiasi bagi para santri yang memiliki bakat khusus atau inovasi di bidang ilmu pengetahuan.

​”Kita ingin ke sana. Seperti sejarah masa lalu, di era Abbasiyah, Andalusia, hingga Turki Utsmani, kita pernah maju. Kita ingin mengembalikan kejayaan itu,” pungkasnya penuh optimistis.

Kirab Hari Snatri MWC NU Dukuhseti berjalan meriah. Puluhan mobil konvoi dari start lapangan ddesa Alasdowo menyusuri desa-desa se kecamatan Dukuhseti hingga finish lapangan desa Wedusan. (angga/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here