Sambut Muktamar 35, GP Ansor Colo Sampaikan Refleksi dan Pesan Ekoreligi Sunan Muria

0
47
Maulid Alam Bebas GP Ansor Colo

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Muktamar ke-35 NU menjadi event yang dinanti oleh banyak kalangan, khususnya warga nahdliyin. Banyak diantara kader NU turut memeriahkan agenda Muktamar meski tidak bisa datang langsung ke lokasi pusat kegiatan di Jombang.

Pimpinan Ranting GP Ansor Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, misalnya, mengadakan maulid alam terbuka untuk menyambut event lima tahunan NU tersebut. Kegiatan yang dikemas dengan tema “Maulid Alam Bebas” tersebut berlangsung di Bukit Becici, Kawasan Hutan Muria Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026) malam.

Acara dimulai dengan pembacaan tahlil, Maulid Al-Barzanji, serta Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani.

Ketua PR Ansor Colo, M. Zainal Arifin (Gus Za’i), menyampaikan harapan dengan digelarnya maulid alam terbuka tersebut bisa menjadi dorongan do’a sekaligus pesan agar Muktamar ke-35 NU tidak melupakan misi untuk merawat lingkungan, utamanya hutan.

“Selain menepati momentum maulid nabi, kami berharap muktamar nanti juga bisa berdampak pada pelestarian lingkungan dan hutan,” ujar Gus Za’i.

Ia kemudian menjelaskan bagaimana Sunan Muria mengajarkan kepada masyarakat perihal dakwah ekoreligi. Bagi para pengikutnya lingkungan dan alam semesta merupakan amanah yang harus dijaga kelestariannya.

“Kami meyakini ajaran-ajaran ekoreligi Sunan Muria dan para penerusnya bahwa alam adalah amanah, maka menjaganya adalah ibadah,” kata dia.

Menurut Gus Za’i, misi keberlanjutan lingkungan bisa dicapai dengan menjaga hubungan baik antar sesama kader sehingga bisa saling mengingatkan kebaikan dan bekerjasama dalam menjaga alam.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berkumpul untuk menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga belajar melihat alam sebagai bagian dari kebesaran Allah. Suasana alam bebas ini kita manfaatkan untuk mempererat kekompakan, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus merefleksikan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pengajian Tematik yang disampaikan Aufal Minan (Gus Ava) yang membahas Kitab Al-Hikam Al-Haddadiyah karya Al-Imam Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad.

Kajian menjadi ruang refleksi spiritual bagi peserta untuk memperdalam nilai-nilai keislaman sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sosial dan pengabdian di tengah masyarakat.

Menjelang akhir kegiatan, peserta bersama-sama menyanyikan lagu “17 Agustus”, “Bagimu Negeri” dan Ya Lal Wathon. (Rls/rid)

Comments