Jelang OSKANU, 9.000 Siswa Uji Coba Computer Based Test

0
54
Sejumlah siswa mencoba CBT dengan menggunakan komputet

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Hampir 9.000 peserta Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) secara serentak mengikuti uji coba Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh kader NU Jawa Tengah, belum lama ini

Uji coba dalam skala besar tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana infrastruktur digital pendidikan NU mampu menangani ribuan pengguna dalam waktu bersamaan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Aplikasi CBT dapat digunakan secara serentak oleh hampir 9.000 peserta dan tidak ditemukan permasalahan signifikan, baik dari sisi aplikasi maupun performa server.

Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fahrudin Karmani, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi merupakan bagian penting dari kaderisasi generasi muda NU.

“LP Ma’arif Jawa Tengah berkomitmen membangun dan membentuk kader muda NU yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Kita ingin potensi mereka terus digali dan dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan,” ujar Fahrudin

Menurut Fahrudin, keberhasilan uji coba CBT OSKANU tidak boleh berhenti pada kemampuan menjalankan ujian secara digital.

Lebih jauh, pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk membangun ekosistem digital pendidikan NU yang lebih besar.

LP Ma’arif Jawa Tengah memiliki jaringan satuan pendidikan yang sangat luas dengan jumlah peserta didik mencapai ratusan ribu. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan data yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, aman, terintegrasi, dan mampu digunakan untuk membaca kebutuhan pendidikan secara lebih komprehensif.

“Karena itu, kemampuan kader NU dalam membangun aplikasi dapat dikembangkan lebih jauh menjadi sistem informasi dan database pendidikan Jawa Tengah,”katanya.

Database tersebut nantinya berpotensi memuat data sekolah dan madrasah, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta berbagai informasi pendidikan lainnya.

“Kalau hari ini kita mampu menguji sistem dengan hampir 9.000 peserta secara bersamaan, ke depan kemampuan ini bisa dikembangkan untuk kebutuhan yang jauh lebih besar. Kita memiliki potensi data pendidikan yang sangat besar dan harus dikelola dengan teknologi yang tepat,”ungkap Fakhrudin. (rls/adb)

Comments