Lulusan MA Diharap Bisa Tembus 7 PTN Unggulan

0
228
Peringatan hari lahir Yayasan Nahdlatul Fata Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan ke – 63 dan Harlah LP Ma’arif NU ke – 91 di halaman MA Nadlatul Fata

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Drs. H. Fathul Huda MM menyampaikan bahwa lulusan Madrasah Aliyah (MA) di Lingkungan Ma’arif NU harus bisa menembus 7 perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia.

Hal itu dikatakan Huda dalam sambutan peringatan Hari Lahir Yayasan Nahdlatul Fata Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan ke – 63 sekaligus Harlah LP Ma’arif NU ke – 91 di halaman MA Nadlatul Fata, Sabtu (19/9/2020).

“Kita harus mempersiapkan murid kelas 12 MA agar bisa menembus 7 PTN favorit di Indonesia, yakni UGM, UI, ITB, IPB, Unair, ITS dan Unpad,” katanya.

Huda mengatakan, bahwa dirinya ingin untuk merancang MA unggulan berbasis aqidah ahlussunnah an nahdliyyah. “Lulusan MA masuk IAIN atau UIN itu sudah biasa, tapi jika lulusan Aliyah masuk ke PTN unggulan, diharapkan nantinya mereka bisa menempati posisi strategis tanpa kehilangan ruh perjuangan NU,” lanjutnya menambahkan.

Dia menyebutkan, roadmap pendidikan dan pembelajaran di LP Ma’arif NU Jepara harus dirancang sejak RA, MI, MTs dan MA yang banyak didirikan warga NU.

Dikatakannya pula, pembiasaan amaliyah keseharian NU bisa dimulai sedari RA, lalu di MI mulai ada unggulan tahfiz yang berlanjut di MTs dan MA, sehingga pada saat lulus sudah hafal 30 juz.

“Keunggulan yang dimiliki LP Ma’arif NU harus digali dan kembangkan, banyak PTN yang memberikan beasiswa khusus tahfiz. Peluang ini harus dipersiapkan sejak dini,” paparnya.

Kepala MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan, Nur khandir, menyambut baik gagasan MA unggulan yang digagas Ma’arif. Sebagai ketua PC Pergunu dan Kepala MA NU Nahdlatul Fata, dirinya sepakat dengan yang dikatakan Huda. Makanya dalam Harlah ke 63 ini, pihaknya juga melaunching dua buku karya kami, yakni Kado untuk Sahabat dan Suka Cita Bersama; Beslit Sahabatku.

“Muatan MA NU unggulan nantinya tidak hanya tahfiz Al Quran, namun juga menghasilkan jiwa entreprenuership yang bisa melestarikan kampung sembada ukir, baik dari sisi ekonomi maupun sisi budaya religius,” tuturnya. (rls/ adb, ros, rid)

Comments