Harlah ke-40 PSNU Pagar Nusa, Momentum Refleksi Perjuangan Kiai dan Pendekar NU

0
504
Sejumlah pesilat Pagar Nusa Dawe memperingati harlah ke-40

KUDUS, Suaranahdliyin.com — Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Dawe memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-40 3 Januari 1986-2026 di rumah bertempat di rumah Iin Lia Auliyana Putri (Bendahara PAC PSNU Pagar Nusa Dawe).desa Kandangmas. Acara yang dikemas dengan selapanan dan istighotsah ini dihadiri jajaran pengurus PAC PSNU Pagar Nusa Dawe masa khidmah 2025-2030 dan salah satu perwakilan Dewan Pembina, Rozikin. Sabtu (3/1/2026)

Wakil Ketua I PAC PSNU Pagar Nusa Dawe, Faizal Arifin, menyampaikan bahwa peringatan harlah menjadi momentum refleksi perjuangan para kiai dan pendekar Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga pencak silat yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

“Pagar Nusa bukan sekadar organisasi bela diri, melainkan wadah pengabdian dan pembinaan akhlak,”ujarnya.

Dewan Pembina PAC PSNU Pagar Nusa Dawe Rozikin, dalam sambutnya menjelaskan bahwa Pagar Nusa didirikan atas keprihatinan para kiai NU terhadap pencak silat yang mulai kehilangan ruh spiritual dan nilai akhlaknya.

“Oleh karena itu, Pagar Nusa hadir untuk menyatukan aliran-aliran pencak silat di lingkungan NU agar tetap berpijak pada nilai Islam serta menjadi benteng dalam menjaga tradisi, akidah, dan persatuan umat.”ungkapnya.

Rozikin menuturkan Pagar Nusa mulai berkembang di wilayah Dawe sejak sekitar tahun 2013 melalui madrasah-madrasah NU sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

“Perkembangan tersebut kemudian meluas hingga terbentuk ranting dan tempat kepelatihan umum. Saat ini, Pagar Nusa Dawe memiliki sekitar 24 tempat kepelatihan, dengan jumlah anggota terbanyak di Kabupaten Kudus.”tuturnya.

Dalam proses perintisannya, imbuh dia, Pagar Nusa Dawe tidak terlepas dari peran para pengurus PAC PSNU Pagar Nusa Dawe. Dahulunya, ketua pertama PAC PSNU Pagar Nusa Dawe masa khidmah 2019–2024 adalah Jami’an, “Waktu itu mendapat dukungan empat pelatih yang turut menyebarluaskan Pagar Nusa Dawe, diantaranya Masrukin, Rozikin, Shobir, dan Abdullah Thohir,”jelasnya.

Melalui peringatan harlah ke-40 ini, Pagar Nusa Dawe berharap semakin memperkuat solidaritas, semangat berlatih, dan khidmah kader.

“Ke depan, Pagar Nusa Dawe diharapkan terus berperan aktif dalam pembinaan generasi muda NU, pengamanan kegiatan keagamaan, serta pelestarian budaya pencak silat yang berakhlak dan bernilai,”imbuh Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Dawe Atok Ihsan Nuddin,

[Alya Zykratul Rahma, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam (FDKI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus]

Comments