Wakil ketua PCNU Pati Lilik Khoniah memaparkat perencanaan keuangan keluarga dalam pertemuan GOW

PATI,Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatauat NU Pati menghaditi pertemuan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pati di gedung PKK setempat, Rabu (14/10/2026). Pada kesempatan itu, PC Fatayat didapuk mengisi kegiatan dengan memaparkan pentingnya perencanaan-pengelolaan keuangan keluarga.

Dalam paparannya, Wakil Ketua Fatayat NU Pati Lilik Khoni’ah mengatakan perencanaan/pengelolaan keuangan membantu mengatur uang sesuai prioritas, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, mempersiapkan masa depan, dan mencapai tujuan keuangan dengan lebih terarah

“Jadi perencanaan keuangan sangat dibutuhkan dalam kehidupan keluarga, ” ujarnya.

Lilik menekankan perencanaan hal ini untuk memahami kondisi keuangan dan mencatat sekaligus evaluasi pemasukan serta pengeluaran setiap bulan.

“Dahulukan kebutuhan wajib dan pastikan anggaran belanja sesuai dengan kemampuan keuangan.”terangnya.

Lilik mengajak untuk membiasakan menabung dengana menyisihkan uang di awal bulan, bukan menyisakan.
“Menabung itu disisihkan, bukan disisakan,”tandasnya.

Dalam perencanaan atau pengelolaan keuangan keluarga, lanjut LIlik, harus menetapkan tujuan keuangan dan mengalokasikan dana sesuai prioritas, terutama untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan.

“Bedakan kebutuhan dan keinginan.
Jangan sampai keinginan mengalahkan kebutuhan.”pesannya.

Ia mencontohkan seseorang rutin melakukan perawatan dan membeli barang untuk gaya hidup, tetapi justru memiliki banyak utang.

“Prioritaskan kebutuhan sebelum memenuhi keinginan.” tegas Lilik.

Lilik mengajak kaum ibu supaya mewaspadai fenomena pikiran gaya hidup YOLO, FOMO dan FOPO. Ia menguraiamn YOLO (You Only Live Once) yakni fokus pada kesenangan semata. Artinya, hidup cuma sekali, sehingga seseorang cenderung ingin menikmati hidup sekarang tanpa terlalu memikirkan masa depan.

“Contoh, Gajiku bulan ini habis buat liburan dan shopping. Ya sudah, YOLO, mumpung masih muda.”ujarnya.

Kemudian FOMO (Fear of Missing Out), terang dia, yakni fokus pada trend di media sosial. Artinya: takut ketinggalan sesuatu yang sedang tren atau dilakukan orang lain.

“Teman-teman membeli iPhone terbaru. Padahal HP kita masih bagus, tapi karena takut dianggap ketinggalan zaman, akhirnya ikut membeli, “tuturnya mencontohkan.

Sedangkan FOPO (Fear of Other People’s Opinions) adalah fokus pada pikiran dan perkataan orang lain. Artinya: takut terhadap penilaian atau pendapat orang lain.

” Contoh, sebenarnya kita ingin memakai baju yang sederhana, tetapi karena takut dibilang tidak modis atau tidak mampu, akhirnya membeli pakaian mahal,”terang dia.

Lilik menegaskan pengeluaran terjadi bukan karena kebutuhan, tetapi karena ingin mendapatkan pengakuan orang lain.

“DOM Spending merupakan fenomena global khususnya, di kalangan anak muda terjadi ketika berbelanja tanpa berpikir,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kab.Pati Dwi Candra menjelaskan GOW adalah rumah besar bagi semua organisasi perempuan.”Meskipun kita dateng dari seragam berbeda visi yang berbeda di organisasi masing-masing. Namun di GOW kita melebur dalam satu tujuan yaitu mewujudkan perempuan yang berdaya dan keluarga yang sejahtera, “ujarnya.

Pertemuan GOW diikuti seluruh organisasi perempuan di Pati. Dari pengurus Fatayat NU yang hadir, Ketua Fatayat Pati Hj.Muna Asshofa didampingi pengurus lainnya yakni Lilik Khoni’ah, Guruh Sri Susanti, Saputri, Dwi Astuti., HJ. Masliza Adawiyyah, Nailim Musa’adah dan Atikah. (Qomarul Adib/ros)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here