Audiensi dengan Forkompimda
GP Ansor Pati Pertanyakan Perihal Kelanjutan Penutupan Lokalisasi

0
207
GP Ansor dan Banser saat menghadiri audiensi dengan Forkopimda

PATI, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pati melakukan audiensi dengan Forkompimda di Ruang Pragola Pati, Senin (4/10/2021). GP Ansor menyatakan siap jika pemerintah meminta bantuan mereka untuk menutup tempat prostitusi secara permanen. Bahkan mereka bersedia menerjunkan ribuan personel Banser untuk membantu Forkompimda, agar lokalisasi tak kembali beroperasi. Termasuk dalam pelaksanaan rehabilitasi eks pekerja lokalisasi.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, Itqonul Hakim, mengutarakan, masyarakat sudah cukup frustasi dengan berlarut-larutnya proses penutupan prostitusi ilegal selama ini. Maka pihaknya berharap, pemerintah memiliki batas waktu yang jelas kapan sejumlah tempat lokalisasi dipulihkan fungsi sosialnya sebagaimana mestinya.

“Kami mengapresiasi langkah yang ditempuh Forkompimda. Kami ingin membantu pemerintah. Sebagai bagian masyarakat, kami juga ingin tahu program rehabilitasi seperti apa yang telah disiapkan, barangkali kami bisa berkontribusi,” ujarnya.

Namun demikian, Itqon menilai, kebijakan penutupan sejumlah tempat lokalisasi, saat ini nampak jalan di tempat. Sebab bangunan yang seharusnya telah dirobohkan, hingga kini masih berdiri tegak di lahan yang bukan peruntukannya.

“Kami tidak lagi mendengar kabar bagaimana perkembangannya. Kami dari GP Ansor siap membantu untuk segera merobohkan bagunan di LI dan lokalisasi lain. Jika terus (dibiarkan) berlarut-larut, kami akan mengerahkan personel untuk turun ke jalan jika perlu,” tegasnya.

Sementara Kasatpol PP Pati, Sugiyono, menyampaikan, progres penutupan lokasi dilakukan secara bertahap. Ia mengungkapkan Bupati Pati sudah mengeluarkan surat peringatan, agar pemilik bangunan merobohkannya secara mandiri.

“Pak Bupati Pati sudah membuat surat peringatan pertama per 1 Oktober kemarin. Surat peringatan ini berjangka tiga bulan. Jika dalam waktu tiga bulan belum dirobohkan, maka akan ada surat peringatan yang kedua,” terangnya.

Pihaknya pun mengapresiasi dukungan yang diberikan dari berbagai pihak, termasuk GP Ansor. Menurutnya, Forkopimda memang sudah berkomitmen untuk menutup lokalisasi. “Ada empat lokalisasi di Pati yang cukup besar, yakni LI, Ngemblok City, Kampung Baru dan Wagenan. Beberapa yang kecil-kecil yang tersebar sudah kami tutup. Kami bahkan tim membuat pos penjagaan di masing-masing lokasi,” jelasnya. (fikrul umam/ adb)

Comments