
JAKARTA, Suaranahdliyin.com – MTQ Nasional XXXI tahun 2026 yang akan dilangsungkan di Jawa Tengah, penyelenggaraannya dijadwalkan dilaksanakan pada 11 – 20 September 2026 mendatang.
Untuk mematangkan persiapan MTQ itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mematangkan koordinasi teknis jelang pelaksanaannya.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (29/4/2026), itu untuk memastikan penyelenggaraan MTQ yang akan digelar di Kota Semarang pada September 2026 mendatang berjalan dengan lancar.
Menko PMK, Pratikno, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh. Ia menyebut koordinasi lintas kementerian akan diperkuat untuk memastikan kebutuhan logistik dan infrastruktur terpenuhi.
“Pokoknya kita dukung penuh. Urusan seperti ini, mulai dari haji, mudik, hingga PON, kami sudah biasa mengoordinasikan dukungannya. Apalagi ini di Semarang, wilayahnya sudah menyatu dengan Solo dan Jogja, sehingga akses akomodasi sangat fleksibel,” katanya.
Gus Yasin sendiri menjelaskan, bahwa tahapan persiapan penyelenggaraan MTQ 2026 telah berjalan sejak awal tahun.
“Tahapan kita sudah semakin matang. Tempat, logo, dan tema sudah disepakati. Bulan April ini kita mulai proses penentuan event organizer yang akan melaksanakan kegiatan,” tuturnya.
Meski demikian, Gus Yasin menekankan pentingnya intervensi pusat terkait aksesibilitas dari masing-masing lokasi acara. Sebab, terdapat 13 venue yang seluruhnya berpusat di Kota Semarang.
Dia meminta Kemenko PMK mengoordinasikan penambahan frekuensi penerbangan ke Bandara Ahmad Yani dengan Kementerian Perhubungan, serta dukungan armada transportasi dari Kementerian PUPR.
“Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar 13 venue juga penting,” ujar Gus Yasin. (rls/ ros, rid, adb, gie)









































