Ketua PC GP Ansor Eko Sumadi memberikan pengarahan kepada calon pengurusBanser Boyolali

BOYOLALI, Suaranahdkiyin.com — Kepengurusan baru Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Boyolali masa khidmat 2026–2030 telah terbentuk. Jum’at 17/10/2026) kemarin, sebanyak 50 calon pengurus berkumpul dalam pertemuan perdana di kediaman Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Boyolali, Eko Sumadi, di desa Canden, Sambi.

Eko Sumadi mengutarakan, kegiatan ini diisi penandatanganan Pakta Integritas, sebuah ikrar tertulis tentang kesetiaan, komitmen, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pengabdian.

“Penandatanganan ini menjadi simbol keseriusan seluruh calon pengurus untuk menjaga kemurnian niat serta menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi,” kata Eko.

Eko berharap besar kepada seluruh calon pengurus yang hadir dengan dilandasi penandatanganan sebuah janji, semoga janji yang tertulis di atas kertas ini senantiasa selaras dengan apa yang tertulis di dalam hati kita.

“Mari kita jaga kebersamaan, perkuat sinergi, dan wujudkan Banser Boyolali yang semakin berkhidmat dan dirindukan umat,” ujarnya.

Ditambahkan Eko, penandatanganan pakta integritas ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan Satkorcab Banser Boyolali.

“Semoga Allah SWT senantiasa meridai dan memberi kekuatan dan petunjuk kepada kita semua,” kata Eko.

Sesepuh Banser Boyolali, Muh Abdullah, mengajak para calon pengurus untuk merenungkan hakikat keberadaan organisasi.

“Sebenarnya, di setiap kegiatan umat, Ansor – Banser harus hadir dan terlibat. Kita adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Satkorcab Banser diambil langsung dari jajaran barisan yang siap berkhidmat — bukan sekadar penunjukan jabatan semata.

Abdullah pun mengajak merenungkan apa sebenarnya tujuan sahabat-sahabat mau menjadi pengurus Satkorcab Banser? Apa yang sebenarnya dicari? Kedudukan? Pengakuan? Atau murni panggilan hati untuk berkhidmat?

“Sepandai-pandainya Banser, harus tetap ikut melaksanakan (khidmat) kegiatan Ansor. Kita adalah bagian dari keluarga besar ini, bukan berdiri sendiri,” kata Abdullah.

Dirinya juga menyampaikan sebuah pesan kebijaksanaan yang perlu diperhatikan, bahwa orang pandai berhadapan dengan orang yang tidak paham itu repot. Namun ketika orang-orang yang berilmu dan berniat lurus berkumpul bersama — di situlah kebenaran tegak dan kemajuan terwujud. (bani, sis/adb)

 

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here