Cerita Bahagia Ayu Sulistyowati, Penerima Santunan Sepeda Yatim
“Sepedane Damel Teng Makame Bapak Ibu”

0
1184
Ayu Sulistyowati berbahagia menerima sepeda dari tim LAZISNU Kudus

Malam itu Ayu tidak di rumah. Ia tengah mengaji di musala tak jauh dari tempat tinggalnya. Adiknya, Ilham, kaget melihat ada mobil berhenti sedang menurunkan sepeda. Jantung Ilham makin berdegup, ketika sepeda itu dituntun sampai depan rumahnya. Dikiranya orang kesasar.

“Assalamu’alaikum. Leres niki daleme Ayu Sulistyowati (betul ini rumahnya Ayu Sulistyowati)?” tanya pria yang menemani penuntun sepeda.

“Nggih, leres,” jawab Ilham, sedikit gugup. Ilham kemudian beranjak masul ke dalam rumah, memanggil kakaknya, Yogi.

“Mas, ini sepeda dari LAZISNU untuk Ayu Sulistyowati,” ujar pria berpeci hitam sembari menyerahkan sepeda.

“Oh, yang dari NU itu, ya. Alhamdulillah. Maturnuwun sanget, Pak,” sahut Yogi kegirangan. Yogi pun meminta Ilham, adik Ayu, untuk memanggil kakaknya yang tengah mengaji.

Ayu Sulistyowati adalah anak yatim piatu asal Desa Kaliwungu. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Ia hidup bersama ketiga kakaknya, yang semuanya belum berkeluarga. Ayu dan Ilham masih sekolah. Ayu kelas 7, Ilham kelas 5. Sedang ketiga kakaknya sudah bekerja.

Punya sepeda adalah keinginan Ayu yang belum terwujud, semenjak ibunya meninggal. Ia ingin punya sepeda supaya sekolahnya tidak jalan kaki. Tak hanya itu. Jika punya sepeda, Ayu bisa ikut kegiatan-kegiatan di sekolah.

Sesampai di rumah, raut wajah Ayu sumringah. Tersirat wajahnya yang menyimpan senyum dan bahagia. “Ayu, ini sepeda buat Ayu, semoga bermanfaat, ya,” ujar petugas dari PC LAZISNU didampingi pengurus PAC Fatayat Kaliwungu.

“Makasih,” jawab Ayu singkat sambil tersipu malu.

“Ini sepedanya nanti dipakai buat apa?” kembali salah satu pengurus LAZISNU bertanya.

“Sepedane damel teng makame Bapak kalih Ibu,” jawab Ayu. (k aflah/ gie, adb, ros, luh)

Comments