Ramadan, Penumbuhan Nilai-nilai Agama Ramah dan Kebangsaan

0
1299

Oleh: Dr. Subarkah SH. M.Hum

Kondisi negara seringkali direcoki dengan gerakan-gerakan radikal, ekstremitas bahkan aksi teror yang terjadi di berbagai tempat. Kasus yang terdekat, yakni kasus di Mako Brimob dan kasus bom bunuh diri di Surabaya.

Masuk dalam gerakan radikal, ekstremitas dan juga jaringan teroris, ini berpotensi menyasar semua kalangan. Maka perlu kewaspadaan semua pihak, tak terkecuali keluarga dan lingkungan sekitar.

Keluarga dan lingkungan perlu mengedepankan kewaspadaan dini, untuk mengantisipasi adanya gerakan-gerakan seperti itu. Perlu penanaman nilia-nilai agama yang ramah dan rahmatan lil ‘alami, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan untuk menghindari gerakan-gerakan semacam itu.

Dalam konteks keluarga, harus ditumbuhkan komunikasi yang intens dan harmonis antara anggota keluarga, sehingga setiap ada persoalan apapun, keluarga mengetahuinya. Jika ada persoalan-persoalan, bisa cepat mendeteksi dan mencari solusinya.

Pada konteks lingkungan kemasyarakatan, ada aktivitas-aktivitas masyarakat yang demikian penting, dalam upaya penanaman nilai-nilai agama yang ramah dan nasionalisme, seperti dalam pertemua Rukun Tetangga (RT) hingga jamiyyah-jammiyah tahlil melalui tausiyah dan diskusi-diskusi kecil informal.

Selain itu, pada momentum Ramadan ini, upaya penanaman nilai-nilai agama yang ramah dan penguatan nasionalisme, juga memiliki ruang yang sangat luas melalui masjid-masjid, musala dan majelis-majelis taklim yang digelar.

Bahkan kuliah tujuh menit (kultum) dan kuliah Ahad pagi yang sering digelar di masjid-masjid, bisa dimaksimalkan untuk melakukan upaya-upaya itu. Tak terkecuali sekolah-sekolah (madrasah), yang bisa melakukan kegiatan serupa melalui ceramah-ceramah keagamaan hingga pesantren kilat yang sudah rutin digelar di hampir semua sekolah (madrasah) pada saat Ramadan selama ini.

Akhirnya, semoga Ramadan ini bisa membawa berkah bagi kita semua, dan bisa menjadi ruang untuk penanaman nilai-nilai agama (Islam) ramah dan nilai-nilai kebangsaan. (*)

Dr. Subarkah SH. M.Hum,

Wakil ketua PCNU Kudus, Wakil Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Bidang Kerja Sama serta ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kudus.

 

Comments