Pesan Kakemenag Jawa Tengah, Jaga Trilogi Madrasah 

0
1215
Kepala Kanwil Kemenag jawa Tengah di Madrasah Nahdlatul Muslimin Undaan kidul Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi, trilogi Madrasah menjadi pusat pendidikan yang harus dijaga kehadirannya. Trilogi atau watak dasar ini merupakan jati diri kekhasan madrasah.

Demikian yang disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah H. Muta’in Ahmad dalam acara Grand Meeting Khutbatul Arsy Pembinaan Ideologi Pancasila dan Peresmian Gedung Lt.3 di Madrasah dan Ponpes Nahdlatul Muslimin Undaan Kidul,Kudus pada, Ahad (30/7/2023).

“Terdapat trilogi atau 3 watak dasar Madrasah yang memiliki peran penting untuk generasi muda. Watak ini tidak boleh hilang, watak ini adalah jati diri kekhasan kita. Ini adalah upaya menjaga apa yang sudah ada, apa yang selama ini menginspirasi khusunya di pendidikan agama,”ujarnya.

Musta’in menyampaikan trilogi pertama adalah keIslaman dan keIndonesiaan. Disinilah terdapat dasar nilai keIslaman yaitu kesejukan dan kedamaian sebagaimana nama Islam itu sendiri. Kemudian ke Indonesiaan karena Islam tumbuh di Indonesia dengan dinamika yang sedemikian indah tanpa hiruk pikuk dan melahirkan semangat persaudaraan, gotong royong sebagai kekhasan bangsa Indonesia.

“Persaudaraan ini kekhasan Indonesia dan kekhasan Indonesia itu adalah gotong royong. Dalam bahasa agama itu adalah ta’awun saling membantu saling menguatkan satu dengan yang lain. Ini yang harus terus di kembangkan karena ini watak dasar pendidikan agama kita,”kata Musta’in.

Watak dasar Madrasah yang kedua yakni keilmuan dan kemoderenan. Dimana Madrasah dan Pondok Pesantren terus mengembangkan dan mengelaborasi ilmu. “Dengan demikian, ilmu tidak hanya menjawab kebutuhan masa kini tapi juga menjawab tantangan masa depan.”lanjutnya.

Yang menjadi watak dasar Madrasah yang ketiga. terang Musta’in, sebagai lembaga pendidikan keagamaan didalamnya ada Pondok Pesantren dan sebagainya adalah adanya kemandirian dan keumatan.

“Tiga watak atau trilogi ini kita harapkan harus tetap dijaga dan tidak terseret pada gaya pragmatisme hari ini,”ujar Musta’in.

Di akhir ceramahnya, Musta’in mengajak  untuk memastikan lembaga pendidikan agama  menjadi tempat yang aman dan sehat bagi tumbuh kembangnya generasi-generasi muda dan calon-calon pemimpin masa depan.

“Mereka tidak boleh terbebani persolan-persoalan apapun yang bentuknya berupa kekerasan, pelecehan, bullying, perundungan dan sebagainya yg membuat masa depan mereka terganggu, tugas kita para pengajar dan kita semua pelayan-pelayan di instansi pemerintah untuk memastikan ini,”jelasnya.

Selain Musta’in, turut sebagai pembicara Karjono Atmo Harsono (wakil ketua BPIP), H.Muhammad Ali Ramdhani (Dirjen Pendis Kemenag RI) yang diwakili Imam Bukhori dan H. Qomaruddin (Ketua Yayasan). (M.Riska/adb)

 

Comments