Kearifan Lokal Bisa Jadi Sarana Tangkal Gerakan Radikal

0
167
Foto bersama usai diseminasi hasil survei.

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, Rabu (9/10/2019) menyelenggarakan “Desiminasi Hasil Survei Nasional dan Penelitian Eksplorasi Kearifan Lokal melalui FKPT Jawa Tengah”.

Kegiatan yang diselenggaran di Hotel Horison Nindya Semarang, ini dihadiri sejumlah lembaga dinas tingkat provinsi Jawa Tengah. ‘’Radikalisme dan terorisme harus dihentikan dengan cara kerja sama semua elemen masyarakat,’’ kata Ketua FKPT Jateng, Dr. Drs. Budiyanto SH. M.Hum.

Dia menyampaikan, tindakan teror atas nama agama, merupakan kejahatan luar biasa yang merusak sendi-sendi keutuhan dan persatuan bangsa. ‘’Kita harus cegah sejak dini, jangan menunggu keluarga kita terpapar ideologi radikal,” tegasnya.

Ahmad Rouf, salah satu narasumber, mengutarakan, paham radikal bisa ditangkal antara lain dengan melestarikan kearifan lokal. “Masyarakat yang mempraktikkan tradisi, memiliki imun lebih kuat terhadap virus radikalisme,” ujar wakil ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Semarang itu.

Lilik, narasumber lain, mengemukakan, potensi radikal di masyarakat harus terus ditekan, meski secara kuantitatif jumlahnya kecil. ‘’Dari yang kecil itu, jika dibiarkan, maka 10 – 20 tahun menatang bisa jadi besar,’’ terangnya.

Sementara itu, penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian pada 2017 dan 2018. Pada 2019 ini, lebih fokus pada daya tangkal kearifan lokal tutur lisan terhadap radikalisme dan terorisme.

Penelitian menemukan, potensi tindakan radikal di Jateng tergolong rendah, yakni 2.63% sedang pemahaman radikal dan sikap yang mengarah kepada radikalisme masing-masing 40.45% dan 56.13%.

“Kendati demikian, kita tidak boleh lengah membiarkan potensi yang masih kecil ini membesar, tanpa usaha kontra radikal. Harapan kami, di Indonesia, khususnya di Jateng, radikalisme dan teorisme benar-benar hilang dan dijauhi, karena merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Budiyanto. (rls/ ibda, ros, adb, rid)

Comments