Rais PCNU Karanganyar: Jadikan Tiga Dimensi Waktu Sebagai Pijakan Perjuangan Organisasi

0
49
Rais PCNU Karanganyar KH. Abdul Aziz

KARANGANYAR,Suaranahdliyin.com RaisPCNU Karanganyar, KH. Abdul Aziz, menekankan bahwa kehidupan tidak terlepas dari tiga dimensi waktu.yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan.

KH Abdul Aziz menyampaikan hal itu dalam Halalbihalal Keluarga Besar NU di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Ahad (26/4/2026). Kegiatan dengan mengangkat tema “Menyambung Sanad, Memperkuat Ukhuwah, Menuju Jam’iyyah yang Mandiri dan Digdaya” sekaligus menjadi momentum penutup masa khidmat kepengurusan PCNU Karanganyar.

“Saya mengajak warga NU untuk menjadikan ketiganya sebagai pijakan dalam melanjutkan perjuangan organisasi.”ujar KH  Abdul Aziz.

KH. Abdul Aziz mengingatkan bahwa berdirinya NU di Kabupaten Karanganyar tidak lepas dari peran para pendiri dan pendahulu yang telah berjuang.

“NU di Karanganyar ini ada yang mendirikan, bahkan ada yang menirakati. Maka kita yang hidup sekarang jangan sampai melupakan para tokoh, kiai, dan sesepuh terdahulu,” ungkapnya.

“Yang lebih penting juga membina generasi saat ini agar mampu melanjutkan estafet perjuangan NU di masa mendatang.”lanjut KH. Abdul Aziz.

Ketua PCNU Karanganyar KH. Nuril Huda,

Ketua PCNU Karanganyar KH. Nuril Huda,  menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga NU yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa momentum halalbihalal kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan berakhirnya masa khidmat.

“Momentum ini sangat istimewa. Selain sebagai ajang halal bihalal, kegiatan ini juga menjadi penutup masa khidmat kami, dengan harapan memperoleh ampunan dari Allah SWT serta maaf dari seluruh hadirin,” ungkapnya dalam sambutan.

Wakil ketua PWNU Jawa Tengah KH. Kholison Syafii dalam mauidhah hasanah memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan kepada para jamaah, serta perlunya pemaham secara kaffah atau menyeluruh mengenai NU dengan pendekatan sejarah, setelah amaliah dan watjoniyah.

“Ini adalah momen yang luar biasa, di mana halal bihalal mampu memperkuat kolaborasi antara umaro dan ulama sebagai ciri khas Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa NU mengemban dua amanah besar, yakni amanah diniyah (keagamaan) dan amanah wathaniyah (kebangsaan).

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mewujudkan kesejahteraan bersama.(asrofi/adb)

Comments