Sebelas Tahun Al-I’tishom Cianjur Gelar Pasaran Kitab Kuning di Bulan Syawwal

0
240
Dok. PP Al-I’tishom

CIANJUR, Suaranahdliyin.com – Pondok Pesantren Al-I’tishom Warung Kondang Cianjur kembali membuka pengajian kilat atau pasaran pada Syawwal tahun ini. Rencananya forum ngaji kitab Fathul Mu’in tersebut dimulai 10 Syawwal hingga 10 Dzulqa’dah 1442 H.

Menurut salah seorang ajengan di Al-I’tishom, KH Khoiri Romadoni, pasaran Fathul Mu’in dibacakan dan dijelaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-I’tishom KH Deden Utsman. Ia merupakan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cianjur yang masa mudanya berkelana menimba ilmu di berbagai pondok pesantren. Ia tercatat pernah nyantri ke Lirboyo, Jawa Timur, An-Nidzom Sukabumi, Cidahu (Pandeglang, asuhan Abuya Muhtadi) dan pesantren-pesantren lain.

“Tradisi pasaran kitab karya Syekh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz bin Zainuddin bin ‘Ali Al Malibari Al Fannani Asy Syafi’i ini dimulai tahun 2011. Dengan demikian, tahun ini memasuki tahun kesebelas,” ujarnya.

Setelah sebelas tahun secara istiqomah mengadakan kegiatan itu, pasaran Fathul Muin di Pondok Pesantren Al-I’tishom menjadi tujuan para santri yang berkelana dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Jawa Barat, tetapi juga daerah lain seperti Pandeglang, Rangkasbitung dan lainnya. Juga ada beberapa dari Lampung.

“Secara keseluruhan, saat ini ada sekitar 160 santri pendatang yang ikut pasaran. Mereka menyatu dengan santri muqimin (santri yang tinggal di Al-I’tishom) sebanyak 200 orang,” ujar dia.

Ia menjelaskan, pasaran Fathul Mu’in di pesantrennya, menggunakan logat bahasa Jawa, kemudian dijelaskan dengan menggunakan bahasa Sunda dan Indonesia. Tak hanya itu, pasaran juga diselingi dengan tanya jawab interakatif.

Para santri yang berminat untuk mengikuti kegiatan itu, pihak pesantren masih membuka pendaftaran untuk mengikutinya. Caranya dengan datang langsung ke pesantren yang beralamat di Kampung Choblong, Desa Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Letaknya, sekitar 12 km dari pusar Kota Cianjur.

Hanya saja, pada situasi pandemi seperti sekarang pengurus pesantren memberlakukan protokol kesehatan. Yakni dengan mengawal kesehatan pada saat santri datang dan selama pasaran berlangsung. (wandi/rid, adb)

Comments