Muktamar ke-35 NU
Nahdlatut Turots Pamerkan Manuskrip Kuno Karya Ulama Nusantara

0
33
Seorang pengunjung melihat masukkin yang di pameran

JOMBANG,Suaranahdliyin.com – Semarak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, semakin terasa dengan hadirnya Pameran dan Klinik Turots yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.

Pameran yang diinisiasi oleh komunitas Nahdlatut Turots ini menjadi magnet bagi para muktamirin dan pengunjung yang ingin menyelami kekayaan intelektual ulama Nusantara masa lalu.

Wakil Ketua Nahdlatut Turots, Nanal Ainal Fauz, menjelaskan bahwa pameran ini menyuguhkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari linimasa Muktamar NU dari masa ke masa hingga profil para Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terdahulu.

Salah satu daya tarik utama adalah ditampilkannya manuskrip asli dari mahaguru ulama Nusantara, Syekh Muhammad Saleh Darat dari Semarang, yang berasal dari sekitar tahun 1870-an

“Ada ratusan kitab yang kami tampilkan, baik dalam bentuk manuskrip tangan maupun cetakan lawas,” ujar Nanal Ainal Fauz.

Koleksi tersebut mencakup kitab-kitab yang dicetak di dalam negeri maupun luar negeri, seperti dari Mesir, Makkah, Mumbai, hingga Singapura.

Lebih dari sekadar pajangan, pameran ini membawa misi besar untuk membangkitkan gairah para pendidik dan ulama dalam mengkaji serta melestarikan karya-karya lokal. Nanal menekankan pentingnya penguatan basis ilmu sesuai manhaj para pendahulu (aslafun sholihun) dalam kepengurusan NU ke depan.

Ia juga mengutip pesan dari Kiai Afifuddin Muhajir bahwa tidak ada kebangkitan ulama (Nahdlatul Ulama) tanpa kebangkitan literatur klasiknya (Nahdlatut Turots).

Sejak berdiri pada tahun 2021 di Bangkalan, Nahdlatut Turots terus bergerak menyatukan para pegiat turots dari berbagai daerah dan pesantren untuk melakukan digitalisasi, pentashihan, hingga pencetakan ulang karya-karya ulama nusantara.

Kehadiran pameran ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengunjung. Siti Muklisatul Muhimah, seorang santri dari PP Bahrul Ulum, mengaku terkesan karena pameran ini mengingatkannya pada ketulusan dakwah ulama zaman dahulu

Di tengah hiruk-pikuk isu elite, ia merasa koleksi kitab-kitab kuno ini menjadi pengingat agar santri tetap fokus pada syiar agama yang ikhlas.(adb)

Comments