
JOMBANG, Suaranahdliyin.com – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2021–2026 secara resmi diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta muktamar. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf membacakan sendiri LPJ dalam satu periode kepemimpinannya bersama Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar dalam sidang pleno, Jum’at (#8/8/2026)
“Mewakili jajaran Pengurus PBNU, saya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan maupun kesalahan selama menjalankan amanah kepengurusan pada periode ini.” ujarnya mengawali paparannya.
Pada kesempatan itu, Gus Yahya menekankan posisi jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagai wasilah, bukan ghayah. Dijelaskan, wasilah merupakan sarana atau perantara untuk mencapai sesuatu, sementara ghayah berarti tujuan akhir.
“Dalam konteks jam’iyyah NU, organisasi ditempatkan sebagai sarana atau jembatan untuk mewujudkan kemaslahatan yang lebih luas, bukan sebagai tujuan akhir dari seluruh proses perjuangan.”tandasnya.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai capaian selama satu periode kepengurusan tidak dapat dipandang sebagai keberhasilan personal maupun semata-mata hasil kerja Pengurus PBNU. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh Nahdliyin.
“Perjalanan kepengurusan PBNU selama satu periode merupakan bagian dari ikhtiar kolektif seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam menjalankan khidmah dan menguatkan jam’iyyah.” ungkapnya.
Setelah pemaparan LPJ dan mendengarkan berbagai pandangan serta catatan dari peserta Sidang Pleno, Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas keterbukaan para peserta dalam memberikan masukan.
“Terima kasih atas kelapangan dada dan semua catatan. Semua akan ditindaklanjuti PBNU periode ke depan,” ujar Gus Yahya.
ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berkhidmah yang telah diberikan kepadanya bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PBNU.
“Secara pribadi, atas nama Yahya Cholil Staquf dan mewakili jajaran syuriah serta tanfidziyah, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkhidmah yang diberikan dan mohon maaf atas segala kesalahan. Semoga Allah memberikan kita keberkahan lahir dan batin,” lanjutnya. (adb)








































