JPNU Komitmen Kuatkan Pendidikan Politik yang Positif

0
353
Ida Fauziyah menyampaikan perspektinya dalam doa untuk Indonesia di Semarang.

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) menegaskan, tidak akan pernah berhenti melakukan pendidikan politik yang positif bagi masyarakat.

Inisiator JPNU, Ida Fauziyah, mengutarakan hal itu dalam “Doa untuk Indonesia” di Semarang, Kamis (23/5/2019). “Kita akan terus memperkuatnya di basis-basis kita. Ini juga sebagai upaya untuk mempertahankan ajaran ahlus sunnah wal jamaah,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut, KH Ubaidillah Shodaqoh (Rois Syuriah PWNU Jateng), Prof Hj. Ismawati (Ketua Muslimat NU Jateng), Hj. Tazkiyatul Mutmainnah (Ketua Fatayat NU Jateng), KH M Yusuf Chudlori (Ketua DPW PKB Jateng) dan Sukirman (Sekretaris DPW PKB Jateng).

Ida Fauziyah, mengatakan, Pilpres 2019 sudah menjadi titik awal, di mana JPNU terus mengajak semua lapisan masyarakat untuk memberikan hak pilihnya. “Hasilnya, di Jateng partisipasi pemilih sangat tinggi, sekira 82 persen. Lebih tinggi dari Pilpres pada 2014 maupun pemilihan gubernur-wakil gubernur 2018,” katanya.

Ida menambahkan, JPNU memberikan dukungan kepada Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin, dan turut menyumbang suara yang tidak sedikit. “Sampai 77 persen suara untuk pak Jokowi-Kiai Ma’ruf di Jawa Tengah ini,” terangnya.

Menurut Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini, kunci dari kemenangan Jokowi-Amin, adalah soliditas. “Semua bisa satu padu untuk memenangkan pasangan pak Jokowi-kiai Ma’ruf,” tegasnya.

Pasca Pilpres, Ida mengajak semua lapisan masyarakat bersatu. Sebab masa depan negara ini adalah hal yang paling utama. “Kita juga berdoa pemimpin yang terpilih benar-benar amanah, dan membawa rakyat Indonesia sejahtera, dan bisa membawa Indonesia semakin maju,” paparnya.

Ida juga memberikan apresiasi bagi kader-kader JPNU Jateng, karena partisipasi pemilih di daerahnya naik tajam. Beberapa daerah yang memperoleh penghargaan antara lain, Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Semarang.

“Pemilih perempuan itu rata-rata lebih banyak. Dengan terlibat aktif, maka demokrasi di Negara ini akan semakin berkualitas,” tuturnya.

KH M Yusuf Chudlori, mengemukakan, kaum perempuan punya kekuatan lebih. “Kami berharap, JPNU terus melakukan pendidikan politik yang positif. Termasuk masuk ke pesantren-pesantren,” katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan rekapitulasi perhitungan suara Pilpres 2019. Dalam perhitungan itu, pasangan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin menang dengan 85.607.362 suara (55,50 %).

Di Jateng, pasangan Jokowi – Amin mampu meraup 16.825.511 suara (77,29 %). Pasangan ini juga menyapu bersih keunggulan di 35 kabupaten/kota. Angka yang diraih Jokowi di Jateng juga lebih tinggi dibanding Pilpres 2014 silam, di mana Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih 12.959.540 suara (66,65 %). (mhet/ adb, ros, rid)

Comments