Gus Aun: Khidmah Santri pada Ilmu dan Umat

0
829
Gus Aun menyampaikan paparan dalam dialog kebangsaan yang digelar PC. GP. Ansor Boyolali.

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – PC. GP. Ansor Boyolali menyelenggarakan “Dialog Kebangsaan: Dari Santri Untuk Negeri, Merawat Tradisi Menjaga NKRI”, Ahad (6/10/2019). Dialog digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Kacangan, Andong ini dalam rangka menyemarakkan Hari Santri 2019.

Hadir sebagai narasumber, Gus Aunullah A’la Al Habib, Wakil Sekjen PP. GP. Ansor yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Doglo, Boyolali dan KH. Dian Nafi’ (pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta yang dikenal pula sebagai pakar resolusi konflik bereputasi internasional).

Gus Aun –sapaan Gus Aunullah A’la Al Habib- dalam paparannya, menekankan agar para santri Nahdlatul Ulama (NU), khususnya GP. Ansor – Banser – Rijalul Ansor, mengikuti serta memahami perkembangan dan perubahan dunia.

‘’Kita adalah masa depan NU, dan NU adalah masa depan Indonesia. Maka pemuda NU ke depan, harus bisa berkontribusi kepada bangsa Indonesia dan dunia,’’ tegasnya di depan para peserta dialog.

Lebih lanjut Gus Aun menambahkan, bahwa ulama Indonesia menjadi harapan dunia. ‘’Ciri ulama dan santri Indonesia tidak sekadar berkhidmah pada ilmu, juga kepada umat. Maka ketika santri pulang ke rumah, juga mewarisi hal itu. Dan yang dipikirkan adalah bagaimana melayani umat (masyarakat),’’ paparnya.

Kader GP. Ansor Boyolali foto bersama usai acara.

Sedang menurut KH. Dian Nafi’, ada lima hal yang menyambungkan antara NU – Islam Nusantara hingga Rasulullah. ‘’Lima hal tersebut adalah ilmu, amalan, akhlak, seni, dan tata cara hidup bermasyarakat, termasuk melayani (umat) manusia, bukan minta dilayani,’’ ujarnya dalam dialog yang dipandu Gus Husein Ahmadi dan diikuti tak kurang 200 peserta. (khafidz, sis, heri/ ros, adb, rid, gie)

Comments