
PATI, Suaranahdliyin.com – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati menggelar acara Dialog Interaktif Pesantren Ramah Anak di PP Yanbu’ul Qur’an Putri Pati, Ahad (18/10/2026). Kegiatan dalam rangka hari santri 2026 ini mengusung tema “Menuju Pesantren Yang Lebih Aman dan Nyaman”.
Ketua RMI NU Pati KH.Muhammad Liwa’uddin menjelaskan dialog interaktif ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi penyuluhan dan pendampingan kepada seluruh musrif musrifah pesantren. Hal ini juga untuk mengingatkan mereka agar terus mengawal para santri bisa memahami bullying baik verbal maupun non verbal termasuk pula memahami terhadap seorang santriwati yang dilecehkan oleh teman atau kiai dan lainnya.
“Upaya ini menjadi bagian tanggung jawab RMI dan Forum Komunikasi Pengasuh Pesantren (FKPP) sehingga tercipta suasana pesantren yang aman dan nyaman,”ujarnya kepada Suaranahdliyin.com.kemarin.
Ia menegaskan pendampingan, sosialisasi dan dialog akan terus dilakukan secara berkala karena anak pesantren terus berganti. Sebelumnya, RMI Pati sudah nelakukan sosialisasi kepada kiai pengasuh pesantren terkaiy pentingnya pencegahan bullying dan kekerasan.
‘Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pesantren di Kabupaten Pati semakin solid dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif, aman, ramah, dan kondusif bagi tumbuh kembang para santri”ujar KH. Liwaudin.
Kegiatan yang diikuti musyrif musyrifah pendamping dari pondok pesantden se Pati ini menghadirkan nara sumber dari Dinas Sosial Pati dan Kemenag Pati dan aktivis LSM dari LRC-KJHAM (Legal Resources Center For Gender Justice and Human Rights).Nur Laila Hafidhoh.
“kita mengundang aktivi LSM sekaligus pendamping korban yang terkait dengan kejahatan seksual sehingga lumayan mendalam kajiannya dan anak-anak memahami bahwa di sekitar kita bisa jadi akan terjadi atau sudah terjadi,”imbuh KH. Liwaudin. (gie/adb)
































