Cinta Nabi Tak Cukup Hanya Diucapkan Lisan

0
60
K. Ahmad Subhan ceramah di madrasah Ibtidaul Falah Samirejo

KUDUS, Suaranahdliyin.com –  Kecintaan kepada Nabi Muhammad tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Mahabbah kepada Rasulullah, memiliki “mahar” yang harus dibuktikan dengan menjalankan ajaran dan meneladani akhlak mulia beliau.

Pesan tersebut disampaikan pengasuh pesantren Darul Ulum Wal Ma”arif Rejosari K. Ahmad Subhan, AH saat memberikan mauidhoh hasanah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar keluarga besar MA NU Ibtidaul Falah Samirejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (29/8/2026).

Dalam mauidhoh hasanahnya, K. Ahmad Subhan mengajak para siswa merenungkan kehidupan akhirat dan mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat. Ia mengawali penyampaiannya dengan pertanyaan tentang kapan hari kiamat akan terjadi dan kesiapan manusia untuk menghadapinya.

“Tidak seorang pun mengetahui secara pasti kapan hari kiamat akan datang. Karena itu, yang terpenting bukan mencari tahu kapan kiamat terjadi, melainkan mempersiapkan bekal untuk menghadapinya dengan memperbanyak amal kebaikan.”ujarnya.

Salah satu bentuk persiapan tersebut, lanjutnya, adalah menumbuhkan mahabbah atau kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab, seseorang kelak akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.

Namun, ia menegaskan kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan. Mahabbah harus dibuktikan dengan menjalankan ajaran Rasulullah SAW dan meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Cinta kepada Rasulullah SAW itu ada maharnya. Tidak hanya sekadar cinta, tetapi harus dibuktikan dengan menjalankan apa yang diperintahkan beliau dan meniru akhlak Nabi Muhammad SAW,” pesan K. Ahmad Subhan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diikuti seluruh siswa dan keluarga besar MA NU Ibtidaul Falah Samirejo. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah itu digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kepala MA NU Ibtidaul Falah, Yasin Fatah, dalam sambutannya mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, saya berharap seluruh siswa-siswi mengikuti kegiatan ini dengan khidmat dan mengambil hikmah serta pelajaran yang disampaikan,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mendorong para siswa meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.(yul/adb) 

Comments