Tanda Cinta Buat Gus Dur

0
422
Pemimpin Umum Suara Nahdliyin menerima kenang-kenangan dari ketua PAC GP. Ansor Kota usai sarasehan

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Tanda cinta terhadap sosok yang diidolakan atau dicintai, tidak mesti harus diwujudkan dalam bentuk benda atau barang. Ada beragam manifestasi untuk mengekspresikan sebuah tanda cinta.

Di Kabupaten Kudus, para pengurus dan anggota PAC GP. Ansor dan Satkoryon Banser Kota, mewujudkan tanda cinta terhadap KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang tahun ini memasuki Sewindu mangkatnya putra KH. A. Wachid Hasyim itu, dengan menggali keteladanannya melalui sarasehan yang digelar.

Menghadirkan dua narasumber kunci, M. Qomarul Adib (Pemimpin Umum Suara Nahdliyin) dan H. Asyrofi Masyitho, salah satu tokoh Kudus yang dikenal cukup dekat dengan Gus Dur pada masanya.

Dihadiri sekitar 100 warga dan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Kretek, sarasehan yang digelar di Aula Mubarokfood Cipta Delicia pada Senin (25/12/2017) malam lalu itu, juga dihadiri para tokoh, seperti Iptu Hartono (Polsek Kota), H. Akhwan dan juga Chariroh.

Asyrofi dalam paparannya, mengutarakan, bahwa waktu terasa cepat sekali. ‘’Ternyata sudah sewindu ditinggalkan Gus Dur. Padahal masih terbayang detik-detik pemakamannya. Alhamdulillah, warga Kudus banyak yang hadir waktu itu,’’ katanya.

Dia menyampaikan, malam peringatan sewindu wafatnya Gus Dur, paling tidak memiliki tiga nilai penting, yakni untuk mendoakan, meniru jejak langkahnya, serta melanjutkan perjuangannya.

Sarasehan Sewindu Gus Dur di Aula Mubarokfood Cipta Delicia digelar PAC GP. Ansor dan Satkoryon Banser Kota

‘’Menirunya tidak mudah. Gus Dur melampaui kita semua. Luar biasa karya (buku/ artikel) ditulis oleh para penulis dan akademisi tentangnya,’’ ungkapnya. Dalam pandangannya, Gus Dur sejak kecil sampai kapundut, gigih memperjuangkan ajaran ahlussunnah wa al-jamaah (Aswaja).

Qomarul Adib, mengatakan, Gus Dur adalah sosok yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Kudus, khususnya warga Nahdliyin. Hal itu ditunjukkan dengan seringnya Gus Dur semasa hidup berkunjung ke Kudus. ‘’Jejak Gus Dur di Kudus, salah satunya meresmikan salah satu bangunan di masjid Sunan Muria,’’ ungkapnya.

Iptu Hartono dari Polsek Kota, mengisahkan mengenai jasa besar Gus Dur dalam memperjuangkan anggota Polri dan TNI. Selain itu, juga mengulas mengenai peran Gus Dur dalam memperjuangkan kelompok atau komunitas yang terpinggirkan. (ros, gie, adb)

Comments