Jokowi – Ma’ruf Amin Tawarkan Optimisme dan Indonesia Berkeadilan

0
435
  • Prabowo dan Sandiaga Nilai Penting Pemenuhan Kualitas Hidup Penegak Hukum

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – Debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden RI jilid I telah dilangsungkan pada Kamis (17/1/2019) malam, mengadirkan dua pasangan calon, yakni H. Joko Widodo (Jokowi) – KH. Ma’ruf Amin (No. Urut 1) dan Prabowo Subianto – Sandiaga S. Uno (No. Urut 2).

Debat dua pasangan calon pemimpin negeri ini, yang proses pemungutan suaranya akan dilangsungkan dalam beberapa bulan ke depan, ini sungguh sangat menyita perhatian masyarakat.

Tidak hanya pendukung yang bisa datang di arena debat saja yang antusias, namun antusiasme masyarakat menyaksikan debat juga bisa dilihat di berbagai daerah di Indonesia, baik yang menonton melalui televisi di kediaman masing – masing maupun yang menggelar Nonto Bareng (Nobar).

Dalam debat yang dipandu Imam Priyono dan Ira Koesno, Jokowi menyampaikan, bahwa dirinya bersama pasangannya, KH. Ma’ruf Amin, antara lain menawarkan optimisme dan Indonesia yang berkeadilan.

‘’Visi kami adalah Indonesia maju. Kami menawarkan optimisme dan masa depan Indonesia berkeadilan. Saya berkeyakinan, semakin maju, semakin demokratis dan modern sebuah Negara, maka penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) akan semakin baik,’’ katanya.

Ditambahkannya, tidak sekadar hak sipil dan politik yang penting dalam pandangan pasangan Capres – Cawapres No. Urut 1 itu, tetapi pemenuhan hak ekonomi sosial dan budaya juga dinilai penting untuk memajukan Indonesia.

Dalam pandangan pasangan Jokowi – Ma’ruf, negara harus didukung oleh sistem hukum yang adil dan penegakan supremasi hukum yang baik, melalui reformasi kelembagaan dan penguatan sistem manajemen hukum yang baik dan budaya taat hukum yang harus terus diperbaiki. Hukum juga harus ditegakkan tanpa pandang bulu,’’ ujarnya.

Prabowo Subianto, berpendapat, bahwa Indonesia berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. ‘’Di dunia ini ada 200 ratus Negara, kurang lebih 30 disebut sangat berhasil, 30 sangat tidak berhasil dan miskin, sisanya berada di tengah tengah,’’ paparnya.

Dikemukakan olehnya, ciri khas negara yang berhasil, harus swa sembada pangan, bahan bakar, dan juga air bersih. ‘’Lembaga – lembaga pemerintahan harus kuat, terutama lembaga lembaga penegak hukum, yakni hakim, jaksa, dan polisi,’’ tegasnya.

Terkait masalah terorisme, pihaknya hendak menyelesaikan dari muara masalahnya. ‘’Muara masalahnya, kita harus cukup anggaran untuk menjamin kualitas hidup semua petugas yang punya wewenang mengambil keputusan, sehingga dia tidak bisa di korupsi,’’ katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, petugas tidak akan tergoda untuk melakukan tindakan koruptif atau tergoda oleh sogokan. ‘’Kita harus gaji hakim kita, sehingga dia tidak akan terpengaruh.  Demikian pula dengan jaksa, juga polisi. Kita juga harus menguasai sumber – sumber ekonomi bangsa Indonesia,’’ ungkapnya. ‘’Tekad kami adalah mewujudkan keadilan untuk semua, keamanan untuk semua, dan kemakmuran untuk semua,’’ lanjutnya. (ros, adb)

Comments