Dibutuhkan, Format Khusus Dakwah dan Kaderisasi pada Kaum Muda

0
207

LOMBOK, Suaranahdliyin.com – Komisi Program Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU 2017, menargetkan percepatan kaderisasi bisa lebih massif dan tuntas pada akhir tahun 2018.  Percepatan kader ini dibahas dalam sidang Komisi Program di Pesantren Al Halimy, Lombok, Jumat (24/11/2017).

Menurut pimpinan sidang, Suwadi D Pranoto, penguatan program kaderisasi dilakukan, agar kualitas dan kapasitas sumber daya manusia NU yang mumpuni, bisa terwujud di semua tingkatan struktural NU berikut badan otonom dan lembaganya.

‘’Kita perlu menyamakan frekuensi kaderisasi di seluruh tingkatan NU, badan otonom dan lembaga.  Percepatan kader diharapkan bisa menjadi lebih massif, agar kelangsungan organisasi NU tetap terjaga melampaui seratus tahun usianya,” katanya.

Suwadi mengakui, ada jarak yang tidak disadari antara kader yang berasal dari pesantren dan non-pesantren. Karena itu, PBNU menyiapkan format kaderisasi yang  akan menyinkronkan mindset sekaligus menyinergikan gerakan kader NU di lintas kalangan.

“Kita punya kader struktural, kader fungsional, profesional, dan kader ulama yang perlu disinkronkan agar mindsetnya sama,” tegasnya.

Wakil Sekjen PBNU, Sultonul Huda, menyampaikan hal serupa. Ia menyoroti pentingnya madrasah kader NU sebagai instrumen kaderisasi di kalangan struktural NU.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Nurul Huda, memandang perlunya sinkronisasi strategi publikasi dan koordinasi media antarlembaga dan banom, serta pelatihan dan penguatan diseminasi isu dalam melawan radikalisme melalui media sosial.

“Riset Kemenag mengungkap, 60 persen pelajar yang aktif di organisasi kerohanian Islam, bersedia melakukan jihad di wilayah konflik jika ada kesempatan. Ini tentu berbahaya, karena akan mengakibatkan terjadinya benturan peradaban sebagaimana diramalkan Huntington. Maka dibutuhkan format khusus dakwah dan kaderisasi yang menyasar kelompok muda dan pelajar,’’ jelasnya. (rls/ ros. Adb)

Comments