Pondok Pesantren Al-Huda Dawe Peringati Haul KH. Fathoni – Nyai Aisyah

0
324
Pengajian umum dalam rangka haul KH. Fathoni dimeriahkan rebana santri madrasah Ibtidaul Falah

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Keluarga besar pondok pesantren al- Huda Samirejo Dawe memeringati haul ke-13 KH Fathoni dan ke-29 Nyai Aisyah, Senin (20/5/2924). Pada pagi hari, ribuan santri madrasah Ibtidaul Falah Samirejo Dawe mengadakan tahlilan dan ziarah makam KH. Fathoni selaku masyayikh dan muassis madrasah tersebut.

Usai itu, pengurus, guru dan staf madrasah melakukan tahtiman Qur’an dan tahlilan di masjid madrasah. Siang harinya, puncak haul dengan pengajian umum yang dipusatkan di pondok pesantren Al-Huda al Fathoniyah bersama KH. Aniq Muhammadun (Pati).

Ketua Alumni Madrasah ibtidaul Falah KH Salam Holil menjelaskan peringatan haul KH. Fathoni da  Nyai Aisyah diadakan setiap tahun pada tanggal 11 Dzulqo’dah. Rangkaian acaranya diawali Tahlilan dan ziarah ke makam KH. Fathoni dan istri.

“Kita harus mengingat-ingat jasa dan perjuangan beliau dengan cara kita mengadakan haul setiap tahuannya,”ujarnya.

Ia merasa bersyukur bisa melaksanakan sekaligus ngalap berkah dalam haul pendiri Pondok Pesantren al-Huda dan Madrasah Ibtidaul Falah ini. Peringatan haul ini untuk mengenang dan mengambil suri tauladan dari KH Fathoni.

“Saya melihat sendiri, para santri jebolan pondok Al-Huda mulai Jepara bagian timur hingga Pati bagian utara banyak yang menjadi tokoh di masyarakat, minimal kiai desa (modin),”ungkapnya.

KH. Ahmad Toha Fathoni dalam sambutan mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya peringatan haul ini.

“Dari keluarga berharap semua bisa meneladani jasa dan perjuangan guru-guru kita. Insya allah syiar islam bisa tersebar secara baik, bisa istiqomah melaksanakan khidmah di mushala, madrasah, masjid dan Nahdaltul Ulama,” ujarnya.

Sementara itu, Rais PBNU KH. Anik Muhammadun dalam mauidhah hasanahnya mengatakan dalam melaksanakan haul agar niat ittiba’ kepada Nabi Muhammad SAW.

“Memeringati haul para pendahulu, pejuang islam, orang shaleh itu merupakan salah satu sunnah yang sudah dilakukan mulai zaman Rasulullah SAW, seperti dalam penjelasan kitab Syarh As-Shudur Fi Halil Mauta Fil Qubur (karya imam jalaludin asSuyuti,”terangnya.

Sebagaimana diketahui, KH. Fathoni dan Nyai Aisyah adalah sepasang suami istri. KH. Fathoni wafat pada 4 Oktober 2011.

KH. Fathoni adalah sosok Kiai kharismatik di NU yang pernah menjadi sesepuh Banser Kudus dan Jawa Tengah.Ia  juga pendiri Pondok pesantren al-Huda al-Fathoniyah dan juga Madrasah Ibtidaul Falah Samirejo Dawe Kudus yang masih eksis hingga kini.

Sepeninggalannya, Pondok pesantren al-Huda al-Fathoniyah dilanjutkan oleh putra-putrinya yakni nyai Jamiyyatin al-Hafidzoh (yang juga pengasuh Ponpes Faidul Barokah), KH. Ahmad Toha Fathoni (yang juga mengasuh ponpes an-fa’ul Ulama) dan Gus Taufiq Fathoni (pengasuh Ponpes  al-Huda al-fathoniyah) (adb/ros)

Comments