Kemenag RI Monitoring Program Madrasah Inklusi

0
148
  • Kemitraan LP Ma`arif Jateng – UNICEF
Pihak Kemenag RI – LP Maarif Jateng foto bersama usai monitoring

KEBUMEN, Suaranahdliyin.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Kasubdit Kerja Sama dan Kelembagaan yang diwakili Dr. Abdullah Faqih MA. M.Ed, melakukan monitoring program Madrasah Inklusi di Kabupaten Kebumen, Sabtu, (30/11/019) kemarin.

Monitoring dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri perwakilan Kemenag Kabupaten Kebumen, Pengurus LP Ma`arif PWNU Jateng, PCNU Kebumen, Kepala Madrasah, Komite, dan Guru Pembimbing Khusus (GPK) ABK, terlontar apresiasi kepada LP Ma`arif Jateng yang sudah menggerakkan madarsah menjadi inklusif.

“Kami bangga dan senang bisa hadir di tengah-tengah Bapak dan Ibu semua. Jujur, yang menggerakkan saya hadir di sini adalah karena ini tentang inklusif. Masih banyak orang yang menganggap inklusi bukan program unggulan, padahal ini program yang sangat mulia. Mari kita populerkan, untuk menjamin bahwa pendidikan tidak untuk dinikmati orang-orang kaya atau orang kota saja, tetapi untuk semua,” tegas Faqih.

Dr. Faqih mengemukakan, Kemenag RI kini dalam proses penyelesaian Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang disabiltas/pengelolaan madrasah inklusi. Namun demikian pihaknya memastikan agar layanan Anak Berkebutuhan Khusu (ABK) di madarasah dan juga kesejahteraan GPK akan menjadi prioritas perhatian.

“Hasil monitoring ini akan kami jadikan bahan diskusi dengan tim di Jakarta, agar kami segera menyelesaikan PMA dan segera menyosialisasikan ke Kemenag Kabupaten agar semua madrasah, khsususnya madrasah negeri harus inklusif dan tidak boleh menolak anak ABK,’’ Dr. Faqih menambahkan.

Fakhruddin Karmani, Program Manager Inklusi LP Ma`arif Jateng, mengatakan, saat ini LP Ma`arif Jateng sudah mendampingi 17 Madrasah di empat kabupaten/ kota, yakni Semarang, Kebumen, Banyumas, dan Brebes serta mendesiminasikan ke 11 sekolah dan madrasah tentang pengelolaan madrasah/ sekolah inklusi.

“LP Ma`arif Jateng telah mendeklarasikan 17 Madrasah Inklusi dan kami SK-kan. 17 madrasah ini bisa menjadi rujukan masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk menyekolahkan anaknya,’’ paparnya.

Kepala MI Ma`arif Sidomulyo Ambal, Amin Masruri M.Pd, menjelaskan, madrasah yang dipimpinnya telah banyak menerima manfaat dari pendampingan yang dilakukan oleh LP Ma`arif NU Jateng – UNICEF.

‘’Salah satu indikatornya, adanya kenaikan siswa dari ABK. Awalnya kami hanya menerima tiga siswa ABK, dan saat ini kami telah memiliki 14 siswa ABK,’’ terangnya. (ibd/ ros, adb, rid)

Comments