Bali Disebut Jadi Contoh Nyata Ekspresi Budaya Perkuat Moderasi Beragama

0
345
Ngaji Budaya Kemenag di Denpasar Bali

DENPASAR,Suaranahdliyin.com – Daerah Bali disebut menjadi contoh nyata ekspresi budaya yang bisa mendukung upaya memperkuat moderasi beragama.

Hal itu mengemuka dalam. Ngaji Budaya yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui Direktorat Penerangan Agama Islam di Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (6/3/2024). Pada kesempatan itu, Budayawan muslim Buleleng Ketut Muhammad Suharto dan Guru Besar Pendidikan Islam Universitas PTIQ Jakarta Prof Made Saihu menyampaikan pidato kebudayaan.

Ketut Muhammad Suharto menceritskan praktik kehidupan muslim di Bali selama ini nyaman berakulturasi dengan budaya lokal setempat. Hal ini sebagaimana di desa kelahirannya, Pegayaman Singaraja.

“Umat beragama sama-sama tidak ada yang merasa terganggu dan diganggu. Semuanya nyaman dan saling toleransi,”ujar Ketut Muhammad.

Ia menyebut, semua adat tradisi yang berkembang di Pegayaman Bali adalah buah hasil filterisasi pakem standar dasar.

“Dasarnya adalah Adat Berpangku Syara’ bersandar Kitabullah. Dan muncullah nilai–nilai akulturasi berkembang sampai sekarang,” terang Ketut.

Sementara itu, Prof Made Saihu mengungkapkan bahwa budaya memengaruhi cara individu memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Ekspresi budaya mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran akan toleransi dan kerukunan yang mendukung terwujudnya moderasi beragama,” kata Saihu.

Ia menjelaskan, ada tiga landasan mengapa budaya selama ini sebagai pilar moderasi beragama. Pertama, pengawal toleransi meminimalisir konflik berbasis agama. Kedua, perekat komunitas di masyarakat. Ketiga, budaya dapat mengubah perspektif dan memecah stereotip terkait agama.

“Tantangan modern menuntut bentuk perlindungan dan pelestarian budaya yang baru. Keterlibatan semua pihak diperlukan untuk memperkuat budaya sebagai pilar moderasi beragama,”papar penulis buku Merawat Pluralisme Merawat Indonesia.

Kegiatan yang bertajuk “Budaya dan Pilar Moderasi Beragama” ini diikuti 500 peserta dari Bali yang terdiri berbagai unsur seperti Penyuluh Agama, Majelis Taklim, dai, Pamong Budaya, Seniman/Budayawan, dan Ormas Islam.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan serah terima buku Ensiklopedia Seni  Budaya Islam di Nusantara dari Direktorat Penerangan Agama Islam ke pada Kakanwil Kemenag Provinsi Bali.

Kegiatan ini diawali dengan pertunjukan tari dan seni Islam Rudak (Burdah) dari pelajar MTs Al-Muhajirin Kampung Islam Kepawon, Kota Denpasar dan Tari Hikayat Awi dari Sanggar Seni al-Badar Jembrana, Bali dan  Tari seni Burceng dari Seniman Bali.(rls/adb)

Comments