Tonjolkan Nama Wilayah, Bukti Nasionalisme Kiai dan Pesantren Tempo Dulu

0
485
Masyayikh Madrasah NU TBS Kudus dalam tasyakurah Harlah ke-94 madrasah tersebut

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Madrasah-madrasah dan pondok pesantren tempo dulu, lebih menonjolkan nama daerah atau wilayahnya. Itu menjadi salah satu bukti nasionalisme para kiai dan pesantren-pesantren.

Hal itu disampaikan kepala MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, KH. Musthofa Imron, dalam sambutannya pada tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-94 Madrasah TBS, mewakili Ketua Yayasan TBS, KH. M. Ulil Albab Arwani yang pada kesempatan itu berhalangan hadir.

‘’Contohnya, dulu Madrasah TBS lebih dikenal sebagai Sekolah (Madrasah) Baletengahan (karena lokasinya di Baletengahan). Lalu Madrasah Qudsiyyah dulu dikenal dengan Sekolah Menoro. Sedang pondok yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari dikenal dengan Pondok Tebuireng. Itu adalah wujud nasionalisme kiai, serta kalangan madrasah dan pesantren pada zaman dulu,’’ terangnya.

Di depan ratusan undangan yang menghadiri tasyakuran Harlah ke-94 Madrasah TBS Kudus, Yi Mus –sapaan akrab KH. Musthofa Imron- pun menceritakan, bahwa berdirinya Madrasah TBS itu dua tahun setelah lahirnya Nahdlatul Ulama (NU).

‘’Madrasah TBS berdiri berselang dua tahun dari lahirnya NU. NU lahir pada 1926, sedang Madrasah TBS Kudus berdiri pada 1928,’’ lanjutnya menambahkan.

Dikisahkan pula, pada masa penjajahan, nama TBS oleh KH. Abdul Djalil kepanjangannya adalah ‘’Tasywiquth Thullab School’’ sebagai siasat agar madrasah tidak ditutup. Sedang setelah merdeka, TBS, oleh KH. Turaichan Adjhuri, kata ‘’School’’ diganti dengan ‘’Salafiyyah’’.

Guru dan karyawan Madrasah NU TBS Kudus menghadiri tasyakurah Harlah ke-94

‘’Dengan begitu, singkatannya tidak berubah, yakni tetap TBS. Dan alhamdulillah, selama 94  tahun, Madrasah TBS bisa berkembang sangat pesat,’’ tutur KH. Musthofa Imron.

Hadir pada tasyakuran itu, antara lain KH. Ahmadi AF. MA., KH. Hasan Fauzi, KH. Munfa’at AJ. Lc., KH. Musthafa Imron SHI, KH. Ahmad Arwan, KH. Hasan Bisri, K Salim M.Pd., KH. Muharrori, KH. Abdul Mukhit, KH. Masykur Mu’in, KH. Amin Yasin, KH. Nur Khamim Lc. Pg.D, KH. Ali Fikri, KH. Himam Awaly Lc., H. Ulinnuha Lc. M.Us., perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, dan NU Kudus. (mail, ros, luh, gie/ adb, rid)

Comments