Tim Pencak Silat NU Kudus Sapu Bersih Emas di Porsema XI Jateng

0
860
Kontingen PSNU Kudus berfoto Bersama usai menerima penghargaan juara

TEMANGGUNG, Suaranahdliyin.com – Kontingen Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Kabupaten Kudus berhasil sapu bersih medali emas pada kegiatan Porsema XI Jawa Tengah. Mereka berhasil sapu bersih setelah unggul di semua kategori cabang wiraloka mulai dari tingkat MI – SMK/MA.

Pelatih PSNU Kudus, Masrukin, mengaku bangga atas capaian ini. Menurut dia, keberhasilan anak didiknya tersebut merupakan buah dari keseriusan dan ketekunan selama latihan. Disebutkannya juga hal ini tidak lepas dari dukungan serta doa semua pihak, khususnya sesepuh di Pagar Nusa dan LP Ma’arif Kudus.

“Perasaan tentu saja bangga bisa menyumbang gelar untuk Ma’arif Kudus. Dan ini juga tidak lepas dari doa semua pihak, utamanya sesepuh Pagar Nusa dan LP Ma’arif Kudus,” katanya kepada Suaranahdliyin.com, Kamis (27/06/19) dini hari.

Soal proses, Masrukin membeberkan kegigihan anak didik dan tim pelatih PSNU yang tak kenal lelah untuk latihan. Bahkan tidak jarang pula, para pelatih itu harus melayani dua sesi latihan dalam sehari di lokasi yang berbeda.

“Karena anak didik kami kan kebetulan beda-beda kecamatannya, jadi kami yang terkadang harus pindah dari kecamatan satu ke kecamatan lain dalam sehari supaya mereka bisa berlatih,” ujarnya.

Sebelumnya, tim PSNU Kudus memang sudah pasang target sapu bersih pada cabang lomba ini. Sehingga sejak awal Maret 2019 lalu anak didik sudah ditempa secara fisik maupun mental. Masrukin juga menganggap latihan kali ini bisa lebih fokus karena cabang pencak tarung (dor) tahun ini ditiadakan.

“Dihapuskannya cabang lomba silat tarung juga membuat kami lebih fokus hanya melatih satu jenis saja, jadi lebih mudah,” jelasnya.

Kendati demikian, Masrukin berpesan kepada anak didiknya untuk tidak jumawa dan tetap berlatih. Justru dengan gelar ini tantangan di masa depan semakin nyata. Utamanya untuk mempersiapkan diri untuk maju ke tahap berikutnya di kancah nasional.

“Selain itu, untuk membina kader unggulan ini yang penting. Karena tidak mungkin berhenti sampai di sini saja. Semakin ke depan harus semakin baik lagi dan lagi,” tandasnya. (rid, gie/adb)

Comments