Syekh Awwad Beberkan Bagaimana Anak-anak di Sudan Belajar Al-Quran

0
348
Ustadz Yuniar Fahmi menyerahkan kenang-kenangan kepada Syekh Awwad Karem Al-Aqli.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Ahad (9/12/2018) lalu, Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Menawan (PTYQM) dan Ma’had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) menyelenggarakan Dauroh Ilmiyah, yang menghadirkan Syekh Awwad Karem Al-Aqli (ketua bidang keilmuan Majma’ Sufi Al-‘Am Sudan) sebagai narasumber.

Dalam acara yang diikuti tak kurang dari 700 santri itu, Syekh Awwad Karem Al-Aqli mengaku senang dan terkesan, karena bisa berkunjung di pondok pesantren yang memiliki perhatian besar terhadap pengajaran Al-Quran.

‘’Semoga (para santri-Red) mendapatkan barakah Al-Quran dan para santri juga mendapatkan ilmu yang berkah,’’ katanya dalam Dauroh Ilmiyah yang dilangsungkan di masjid PTYQM.

Syekh Awwad Karem pun menceritakan bagaimana anak-anak di Sudan belajar Al-Quran. ‘’Anak-anak (di Sudan) selama tiga tahun tidak boleh membaca selain Al-Quran,’’ jelasnya di hadapan para santri.

Dalam praktiknya, lanjutnya menambahkan, anak-anak dalam mempelajari Al-Quran hingga penulisannya, durasinya bisa lebih dari tujuh tahun lamanya. ‘’Saya senang mengunjungi tempat ini, karena banyak anak-anak belajar dan menghafal Al-Quran. Berkah Al-Quran akan menjaga negeri ini,’’ tuturnya yang dalam kesempatan itu juga memberikan sand kubro.

Syekh Awwad Karem Al-Aqli memimpin doa usai Dauroh Ilmiyah.

Ustadz Ulinnuha, dalam sambutannya  mewakili pimpinan PTYQM, Dr. KH. Ahmad Faiz Lc. MA., mengatakan, bahwa PTYQM merupakan salah satu pondok yang menjadi bagian dari Pondok Yanbu’ul Qur’an.

‘’Pondok Yanbu’ul Qur’an didirikan oleh KH. M. Arwani Amin, yang merupakan salah satu ulama ahli Qur’an di Indonesia pada masanya,’’ katanya. ‘’Saat ini, banyak cabang Pondok Yanbu’ul Quran, termasuk PTYQM dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Putri 2 Muria,’’ lanjutnya. (gie, ros/ adb)

Comments